Kegiatan Lebaran Depok 2026 yang digelar di Alun-alun Depok wilayah timur Grand Depok City (GDC), Rabu (06/05/26), disambut antusias oleh masyarakat.
Tradisi Nyuci Perabotan perlahan mulai jarang ditemui di tengah masyarakat Betawi Depok.
Panitia Pelaksana Lebaran Depok 2026 yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo atau HTA, menyatakan komitmennya untuk mendorong tradisi Lebaran Depok masuk dalam Peraturan Daerah (Perda).
Perayaan Lebaran Depok 2026 kembali digelar meriah dengan menghadirkan beragam tradisi khas yang sarat makna budaya. Kegiatan berlangsung di Alun-alun Kota Depok wilayah timur, Rabu (06/05/26).
Tradisi Nyuci Perabotan yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Lebaran Depok dinilai memiliki makna mendalam.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Chandra Rahmansyah menyebut, Lebaran Depok menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat dalam membangun kota dengan tetap menjaga budaya serta tradisi luhur daerah.
Perayaan hari kedua Lebaran Depok Tahun 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Kota Depok wilayah timur, kawasan Grand Depok City. Berbagai rangkaian kegiatan budaya digelar dengan melibatkan antusiasme masyarakat.
Acara ngubek empang di wilayah barat Kota Depok berlangsung meriah di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Selasa (05/05/26).
Tradisi Ngubek Empang dalam rangkaian Lebaran Depok 2026 kembali digelar dan disambut antusias masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pelestarian budaya lokal yang terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok meningkatkan kesiapsiagaan penanganan pohon rawan tumbang.