berita.depok.go.id - Kemunculan Virus Nipah di India tepat nya di Benggala Barat, memicu kekhawatiran masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Diketahui saat ini infeksi Virus Nipah dapat dengan tanpa gejala dan dengan gejala yang serius.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak panik menyikapi informasi tersebut.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Mayori menjelaskan, gejala awal jika terinfeksi Virus Nipah berupa demam, flu, sakit kepala, myalgia atau nyeri otot, muntah dan sakit tenggorokan.
Baca Juga: Mengenal Virus Nipah yang Kembali Jadi Atensi Kesehatan Global, Dinkes Depok Ingatkan Ini
Kemudian, jelas Devi, gejala lainnya berupa pusing, mengantuk, gangguan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut.
"Selain itu juga pneumonia atopik dan gangguan pernapasan berat juga dapat terjadi jika seseorang terkena Virus Nipah," ujarnya kepada berita.depok.go.id, Sabtu (07/02/26).
Pada kasus gejala Virus Nipah yang berat dapat terjadi ensefalitis dan kejang yang dapat berlanjut menjadi koma selama 24-48 jam hingga kematian.
Adapun untuk masa inkubasi penyakit Virus Nipah berkisaran antara 4 sampai 14 hari setelah terpapar, namun pada kasus tertentu pernah dilaporkan bisa mencapai 45 hari.
"Karena itu pengenalan gejala sejak fase awal sangat penting untuk edukasi terhadap pencegahan Virus menular ini," pungkasnya. (MGG Dinda/JD 02/ED 01).
