berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan rencana pembentukan Tim Maung Depok atau Manusia Unggul Depok sebagai upaya mempercepat respons terhadap berbagai persoalan perkotaan.
Hal tersebut disampaikan Supian Suri dalam sebuah rapat koordinasi bersama Kepala Perangkat Daerah (PD) di Ruang Edelweis, Balai Kota Depok, Senin (26/01/26).
Menurutnya, diperlukan tim yang secara aktif berkeliling Kota Depok untuk memantau kondisi lapangan.
“Kemudian saya juga harus sampaikan di forum ini, saya membutuhkan semacam tim. Saya sebutkan Tim Maung Depok atau Manusia Unggul Depok,” ujar Supian Suri, kepada berita.depok.go.id
Menurutnya, tim tersebut nantinya akan disusun oleh Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Sekretaris Daerah (Sekda), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.
“Di dalamnya teman-teman dari berbagai perangkat daerah. Dari mulai Satpol PP, kemudian DLHK, kemudian Dinas PUPR, mungkin juga Dishub,” jelasnya.
Supian Suri menegaskan, Tim Maung Depok tidak akan menjadi tim khusus yang bekerja di satu tempat, melainkan tim yang aktif berkeliling kota untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Jadi tim Maung Depok lah yang akan keliling untuk melihat kondisi-kondisi Kota Depok dan segera menindaklanjuti melalui perangkat daerah yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang menjadi fokus pemantauan, seperti jalan berlubang, tiang listrik miring, baliho yang nyaris jatuh, hingga pagar-pagar yang penuh vandalisme.
“Itu yang mungkin juga harus kita selesaikan, sehingga kita akan bisa memonitor kondisi-kondisi Depok, kenyamanan warga Depok,” lanjutnya.
Supian Suri berharap Tim Maung Depok dapat segera diimplementasikan.
Ia menilai, kehadiran tim ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa kota merupakan tanggung jawab seluruh warganya.
“Kita ingin memiliki warga Depok yang unggul, warga yang melihat kota sebagai bagian yang menjadi tanggung jawab bersama, dari sisi kebersihannya, dari sisi keindahannya, dan juga dari hal-hal yang kita mitigasi dari awal, sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan,” pungkasnya. (JD 09/ED 01).
