berita.depok.go.id - Kasus suspek campak di Indonesia masih tercatat cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut.
Dalam menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyakit campak di Kota Depok.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kasus campak melalui sistem pelaporan kesehatan yang terintegrasi.
“Kami secara rutin melakukan pemantauan, verifikasi, serta analisis penyakit campak melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dan laporan rutin surveilans,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (06/03/26).
Devi menambahkan, pihaknya juga mengimbau seluruh fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, bidan praktik mandiri, serta praktik dokter perseorangan untuk aktif melakukan penemuan, pencatatan, pelaporan, dan penatalaksanaan kasus campak secara tepat.
Tidak hanya itu, lanjut Devi, upaya lain dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada fasilitas kesehatan terkait pencatatan dan pelaporan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Dikatakan Devi, Dinkes Kota Depok juga gencar melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penularan penyakit campak.
“Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui publikasi promosi kesehatan tentang campak di media sosial dan videotron agar menjangkau lebih banyak warga," tutupnya. (JD 02/ED 01)
