berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Supian Suri menyampaikan sejumlah program pembangunan dan pendidikan kepada masyarakat saat kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Muthmainah, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kamis (05/03/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi dukungan masyarakat Kecamatan Limo, khususnya warga Kelurahan Meruyung, para tokoh masyarakat, tokoh agama, RT, RW, LPM, serta para ibu yang selama ini turut mendukung berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah Februari ini genap satu tahun kami menjalankan amanah memimpin Kota Depok. Mudah-mudahan program-program yang kami jalankan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Pada kesempatan tersebut, Supian Suri juga menyampaikan kabar rencana pembangunan SMK Negeri 5 Depok yang akan berlokasi di kawasan Meruyung. Pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemkot Depok dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menjelaskan, Pemkot Depok menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut, sementara pembangunan fisik gedung dan penyediaan tenaga pengajar akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Insya Allah tahun ini akan dibangun SMK Negeri 5 di kawasan Meruyung. Untuk sementara murid-muridnya kemungkinan menumpang terlebih dahulu di SMA Negeri 6 sambil menunggu pembangunan selesai. Mudah-mudahan tahun ini mulai dibangun sehingga tahun depan sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Selain pembangunan sekolah, Pemkot Depok juga berencana membangun kantor Kelurahan Meruyung yang baru guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyebut, sebelumnya terdapat keluhan warga terkait kondisi kantor kelurahan yang mengalami kebocoran.
“Insya Allah tahun ini warga Meruyung tidak perlu bingung lagi menyebut kantor kelurahannya di mana. Kita akan bangun kantor kelurahan yang baru, rencananya di belakang masjid ini,” katanya.
Di bidang pendidikan, Pemkot Depok juga menjalankan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk tingkat SMP dan madrasah tsanawiyah. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan bersekolah di SMP negeri serta memiliki keterbatasan biaya untuk bersekolah di sekolah swasta.
“Melalui program ini Pemkot Depok menanggung biaya sekolah sehingga mudah-mudahan tidak ada lagi anak di Kota Depok yang putus sekolah,” ujarnya.
Selain itu, pada tahun ini Pemkot Depok juga akan memberikan dukungan kepada sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini seperti PAUD, TK, dan RA yang bekerja sama dengan pemerintah.
Setiap kecamatan direncanakan memiliki tiga lembaga PAUD atau TK yang pembiayaannya ditanggung pemerintah sehingga total terdapat 33 lembaga di 11 kecamatan.
“Program ini juga sejalan dengan kebijakan pendidikan yang mewajibkan anak mengikuti pendidikan minimal 13 tahun, termasuk pendidikan pra-sekolah sebelum masuk ke jenjang SD,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung pendidikan anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Tantangan anak-anak kita ke depan tentu lebih berat dibandingkan yang kita rasakan hari ini. Karena itu pendidikan menjadi bekal penting agar mereka bisa menghadapi masa depan dengan lebih baik,” tandasnya. (JD 10/ED 02)
