berita.depok.go.id - Septictank yang tidak disedot secara rutin berpotensi menimbulkan berbagai dampak serius, seperti pencemaran lingkungan dan penyebaran bakteri berbahaya.
Kondisi ini sering diabaikan masyarakat, padahal dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kepala Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) Kota Depok, Andri Kabisat, menjelaskan septictank yang sudah penuh sangat rentan mengalami kebocoran, sehingga dapat mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya.
“Limbah tinja mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari tinja manusia. Jika mencemari lingkungan, bakteri ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti infeksi usus, diare, hingga demam,” ujar Andri, Jumat (06/02/26).
Menurutnya, pencemaran air akibat septictank yang tidak terawat, bukan hanya membahayakan pemilik rumah, tetapi juga warga sekitar.
“Oleh karena itu, penyedotan septictank secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Andri mengimbau, warga Kota Depok agar tidak menunggu septictank penuh atau bermasalah untuk melakukan penyedotan.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan penyedotan lumpur tinja resmi dari IPLT Kota Depok dengan alamat di Jalan TPU Kalimulya III RT. 03/06 Kelurahan Kalimulya Kecamatan Cilodong Kota Depok. Untuk informasi dan pendaftaran, warga dapat menghubungi 021 7750551 atau 08111043175,” tandasnya. (MGG Syifa/JD 08/ED 02)
