berita.depok.go.id - Ketua Pengadilan Agama Depok yang baru, Abdul Majid, menegaskan komitmennya melanjutkan estafet kepemimpinan dengan memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengakselerasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Komitmen tersebut disampaikannya usai resmi menerima amanah sebagai Ketua Pengadilan Agama Depok dalam acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut yang digelar di Aula Serbaguna Ruang Sidang Pengadilan Agama Depok, Jumat (26/06). Jabatan tersebut diserahterimakan dari Siti Salbiah, yang kini menjabat Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan, kepada Abdul Majid, yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Abdul Majid menegaskan siap melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih pada masa kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, seluruh program yang telah berjalan dengan baik akan dipertahankan sekaligus disempurnakan agar Pengadilan Agama Depok semakin profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“InsyaAllah kami siap melanjutkan seluruh program dan capaian yang telah dibangun. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan, dan yang masih perlu ditingkatkan akan kami sempurnakan demi terwujudnya Pengadilan Agama Depok yang semakin profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya kepada berita.depok.go.id usai kegiatan.
Baca Juga: Pamit dengan Prestasi, Siti Salbiah Tinggalkan Warisan Pelayanan Prima di Pengadilan Agama Depok
Untuk mewujudkan target tersebut, Abdul Majid telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi sistem kerja melalui pembaruan standar operasional prosedur (SOP), memperkuat sistem pengawasan dengan penambahan kamera pengawas (CCTV), serta memasang banner antikorupsi di sejumlah titik sebagai penguatan budaya integritas di lingkungan Pengadilan Agama Depok.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Hakim dan aparatur Pengadilan Agama Depok akan didorong mengikuti berbagai bimbingan teknis (Bimtek) maupun pendidikan dan pelatihan (Diklat) guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Abdul Majid juga menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas kinerja dengan memastikan setiap program kerja dapat diukur, dipertanggungjawabkan, serta dievaluasi secara berkala sehingga sasaran kinerja Pengadilan Agama Depok dapat tercapai secara optimal.
Ia mengajak seluruh hakim, aparatur, dan pegawai Pengadilan Agama Depok untuk menjaga semangat kebersamaan dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat pencari keadilan.
Acara pisah sambut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran hakim serta pegawai Pengadilan Agama Depok, instansi vertikal, perangkat daerah, hingga mitra kerja Pengadilan Agama. Turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Branch Manager BRI KC Margonda Depok, Branch Manager BSI KCP Nusantara Depok, Executive Manager PT Pos Indonesia Cabang Depok, Ketua Pengadilan Agama Sukabumi, serta Sekretaris Pengadilan Agama Cibadak yang mewakili Koordinator Wilayah I Pengadilan Tinggi Agama Bandung.
Melalui kepemimpinan yang baru, Pengadilan Agama Depok diharapkan mampu memperkuat tata kelola kelembagaan yang bersih dan akuntabel, sekaligus menghadirkan pelayanan peradilan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Penulis : Muhammad Fajar Ramadhan
Editor : Retno Yulianti
