berita.depok.go.id - Setahun kepemimpinan Wali Kota Depok dinilai mulai menunjukkan hasil yang dirasakan masyarakat. Sejumlah program prioritas yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dinilai berjalan dengan progres yang cukup konkret dan berada di jalur yang tepat.
Ketua RW 08 Kelurahan Pondok Cina, Chairul Bahri yang akrab disapa Afint mengatakan, pelaksanaan program pembangunan saat ini telah mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman utama arah pembangunan daerah.
“Evaluasi satu tahun pemerintahan mulai terlihat. Sejumlah program prioritas menunjukkan progres konkret, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, maupun implementasi program strategis daerah,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Minggu (22/02/26).
Menurutnya, RPJMD menjadi acuan penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara terarah, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala dalam kurun waktu lima tahun.
Meski demikian, ia menilai sejumlah target dari janji kampanye masih perlu terus dikejar. Pasalnya, masih terdapat program yang saat ini berada dalam tahap perencanaan menuju pelaksanaan.
Selain itu, Afint juga menekankan pentingnya peran legislatif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia berharap fungsi pengawasan DPRD dapat dimaksimalkan guna memastikan setiap kebijakan eksekutif berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong agar kepala daerah terus menerapkan pola kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, salah satunya dengan aktif turun ke lapangan, berdialog dengan warga, serta menyerap aspirasi secara langsung.
“Dengan turun langsung, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran, sekaligus mendeteksi kendala lebih dini dan menyiapkan solusi secara cepat dan tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai capaian pada tahun pertama ini menjadi fondasi penting untuk percepatan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga seluruh janji kampanye dapat direalisasikan sesuai target dan berdampak luas bagi kemajuan warga Depok,” tambahnya.
Senada dengan itu, pelaku usaha sekaligus warga RT 11 RW 14 Kelurahan Tugu, Sari Rahayu mengaku merasakan langsung manfaat dari penyelenggaraan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan. Ia pun turut berpartisipasi sebagai pelaku UMKM dengan membuka lapak dagangan di lokasi CFD.
Menurutnya, keberadaan CFD tidak hanya menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ide adanya CFD setiap hari Minggu sangat baik. Saya sebagai pelaku UMKM sangat terbantu, karena kegiatan ini memberi ruang bagi kami untuk berjualan sekaligus menjangkau lebih banyak pembeli,” ungkapnya.
Ia menilai, suasana CFD yang ramai dan penuh interaksi masyarakat turut mendukung peningkatan penjualan para pelaku usaha kecil
Ke depan, dirinya berharap pelaksanaan CFD dapat terus ditingkatkan, termasuk dari sisi penataan dan kenyamanan bagi para pelaku usaha.
“Harapannya, kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Kami juga berharap dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah daerah agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” tandasnya. (JD 05/ED 02)
