berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus menggenjot pengurangan sampah dari sumber melalui Program Ember Biru yang telah diterapkan di Kelurahan Duren Seribu (Duser).
Program ini menjadi langkah strategis untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang kondisinya kian mengkhawatirkan, dengan ketinggian sampah telah mencapai lebih dari 30 meter.
Wali Kota Depok, Supian Suri menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bergantung pada TPA, tetapi harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga.
“Upaya mengurangi beban TPA harus dimulai dari sumbernya. Salah satunya melalui Program Ember Biru, yaitu pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah,” ujarnya saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan halal bihalal di Kelurahan Duren Seribu, Senin (06/04/26).
Ia menjelaskan, dari sekitar 1.200 ton sampah yang dikirim ke TPA setiap hari, lebih dari 50 persen atau sekitar 600 ton merupakan sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran.
“Artinya, jika sampah organik ini dapat dikelola sejak awal, beban TPA akan berkurang sangat signifikan,” jelasnya.
Pelaksanaan Program Ember Biru di Duren Seribu menunjukkan hasil positif. Tingkat partisipasi masyarakat dinilai tinggi, dengan warga yang mulai terbiasa memilah sampah dari rumah.
“Alhamdulillah masyarakat sangat responsif dan mulai terbiasa memilah sampah. Ini menjadi kunci keberhasilan program,” katanya.
Selain itu, sampah organik yang telah dipilah juga mulai dimanfaatkan, salah satunya melalui budidaya maggot yang dapat dijadikan pakan ternak.
Namun demikian, masih terdapat tantangan, terutama dalam pengelolaan sampah anorganik seperti plastik agar dapat memiliki nilai ekonomis.
“Ini yang masih kami evaluasi, bagaimana sampah anorganik bisa tersalurkan dan tetap memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot Depok masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Ember Biru di Duren Seribu. Jika berjalan optimal, program tersebut akan diperluas ke kelurahan lainnya.
“Kalau di sini sudah berjalan baik, insyaAllah akan kita replikasi ke wilayah lain,” tutupnya. (JD 10/ED 02)
