berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan konsep berbeda, tidak lagi konvensional, melainkan berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif dan digital.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, lokasi pembangunan BLK direncanakan berada di Kampung Kekupu, kawasan belakang Depok Maharaja.
“Untuk BLK tempatnya di Kampung Kekupu, di belakang Depok Maharaja. Tahun ini kita mulai penyusunan FS dan DED,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (03/04/26).
Ia menyebutkan, luas lahan yang disiapkan sekitar 4.000 meter persegi.
Namun, untuk kebutuhan anggaran masih menunggu hasil penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Anggarannya nanti setelah DED disusun baru kelihatan,” jelasnya.
Dadang menargetkan pembangunan fisik BLK dapat dimulai pada 2027 dan rampung paling lambat 2028.
“Insya Allah tahun depan atau 2027 bisa mulai pembangunan, paling lambat 2028,” katanya.
Sementara menunggu pembangunan, program pelatihan akan mulai dijalankan melalui fasilitas sementara.
“Embrionya saat ini kita mulai di lantai 7 gedung parkir kawasan Balai Kota Depok,” ungkapnya.
Program tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Menurut Dadang, BLK Depok tidak akan berbentuk seperti balai latihan kerja pada umumnya yang dilengkapi asrama.
“Jadi kita bukan BLK yang seperti ada tempat inap dan lain-lain, tetapi sebagai simpul atau hub,” jelasnya.
BLK ini nantinya akan terhubung dan berkolaborasi dengan balai latihan kerja lain yang sudah ada, termasuk yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, BLK juga akan menjadi pusat persiapan tenaga kerja, termasuk bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri melalui program Depok Maju Go Global (DMGG).
Ke depan, BLK Depok akan difokuskan pada pengembangan industri kreatif dan digital, menyesuaikan dengan potensi ekonomi daerah.
“Di Depok nanti lebih banyak ke industri kreatif,” ujarnya.
Berdasarkan data, sektor ekonomi kreatif unggulan di Kota Depok meliputi, kuliner, fashion, riya (craft), media art (aplikasi, game, robotik, dan lainnya).
“Yang paling dominan itu kuliner. Karena tren makan minum saat ini meningkat cukup tinggi,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, BLK Depok diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan talenta kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong daya saing tenaga kerja di tingkat nasional hingga global. (JD09/ED 01).
