berita.depok.go.id - Sebanyak 60 pengemudi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Depok mendapatkan pelatihan khusus Safety Driving, Kamis (15/05/26) lalu.
Kegiatan yang dimotori Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok ini dilakukan sebagai langkah proaktif dalam memastikan keamanan dan keselamatan di jalan raya saat distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Depok Rakha Pratama menyebut, pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi driver dalam menjaga jarak aman dan memahami rambu-rambu secara presisi.
"Sehingga harapannya para pengemudi dapat menjalankan tugas distribusi dengan aman, tertib, dan tepat waktu tanpa mengabaikan keselamatan di jalan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (19/05/26).
Menurut Rakha, keselamatan para pengemudi menjadi hal penting karena mereka memiliki tanggung jawab mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat setiap harinya.
“Driver bukan hanya mengantar makanan, tetapi juga membawa amanah agar program MBG dapat berjalan baik dan sampai tepat waktu ke sekolah-sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok AKP Elly Padiansari menekankan pentingnya penyegaran atau refreshment dalam teknik berkendara.
"Kami tidak ingin ada kelalaian yang berujung fatal. Safety driving bukan sekadar teori, tapi harus menjadi budaya di lapangan. Memiliki SIM saja tidak cukup tanpa pemahaman mendalam soal risiko di jalan," tegas AKP Elly.
Dalam pelatihan tersebut, para driver dibekali materi komprehensif yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Adapun materi yang diberikan kepada pengemudi terkait keselamatan berkendara, mulai dari teknik menjaga kecepatan, memahami blind spot, hingga etika berlalu lintas di wilayah perkotaan.
Selain itu juga terkait prinsip 3S sebagai pedoman pengemudi dalam pendistribusian MBG.
Yaitu siap jasmani, siap administrasi dan kendaraan, serta siap kesabaran dalam berkendara di tengah kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
"Sehingga harapannya dalam mendistribusikan MBG, pengemudi dijamin kondisi fisik dan etika berkendara agar tetap aman," tutupnya. (JD 02/ED 01)
