berita.depok.go.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar program Mobile NAPZA di sejumlah sekolah negeri di Kota Depok.
Program Mobile NAPZA yang dimotori Dinkes Kota Depok ini merupakan edukasi bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) dan dilanjutkan dengan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 13 Tahun 2021 tentang fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Indriati mengatakan, tahun ini program Mobile NAPZA memiliki sasaran berbeda dibanding tahun sebelumnya.
“Jika tahun-tahun sebelumnya sasaran kegiatan adalah para pelajar, tahun 2026 ini yang menjadi sasaran adalah kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (22/05/26).
Dirinya menambahkan, program Mobile NAPZA tahun ini menyasar 22 sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Kota Depok.
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho, menyebutkan bahwa BNN Kota Depok sangat mengapresiasi program Mobile NAPZA, dimana dalam program tersebut para guru dan tenaga kependidikan mendapatkan pembekalan materi terkait P4GN.
Mulai dari informasi narkotika terkini, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, hingga langkah penanganan apabila ditemukan siswa yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.
Setelah pembekalan materi, ungkapnya, kegiatan dilanjutkan dengan deteksi dini melalui pemeriksaan urine yang dilakukan oleh Dinkes Kota Depok bersama BNN Kota Depok.
“Dengan program ini, harapannya para guru dan tenaga pendidik dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” tutupnya.
Penulis : Indri Purnama
Editor: Yanu
