berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Supian Suri bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan Salat Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Assalafiyah, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu (11/03/26).
Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang akan dilaksanakan Pemkot Depok di wilayah Cipayung. Salah satunya penataan jalan di kawasan pertigaan Jembatan Serong hingga depan Jalan Muhidin.
“Kami akan menata pertigaan Jembatan Serong sampai depan Jalan Muhidin dengan pelebaran jalan. Nantinya bisa menjadi dua jalur atau tetap satu jalur tetapi lebih lebar,” ujarnya di sela kegiatan Tarling.
Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pedestrian di depan Kantor Kecamatan Cipayung. Ke depan, area tersebut akan ditata agar lebih ideal dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk kelengkapan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“InsyaAllah rencana tersebut sedang dalam proses dengan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk pelebaran jalan dan pembangunan pedestrian. Nantinya mungkin akan terjadi kepadatan kendaraan saat pembangunan berlangsung, untuk itu sebelumnya kami mohon maaf,” katanya.
Selain itu, Pemkot Depok juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan akses pintu masuk dan keluar tol di wilayah Cipayung. Namun terdapat sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi, salah satunya pelebaran Jalan Muhidin hingga Jalan Keadilan.
“Alhamdulillah pemerintah pusat menyetujui pembangunan pintu tol di Cipayung. Namun ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu, yaitu pelebaran Jalan Muhidin sampai Jalan Keadilan. Ini akan terus kami upayakan agar dapat terealisasi secara maksimal,” paparnya.
Terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini sudah penuh, ke depan pengelolaan sampah akan dialihkan dengan sistem berbasis teknologi yang menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF). Pemkot Depok juga berencana membangun hanggar seluas dua hektare untuk mendukung pengelolaan tersebut.
“Pemkot sudah mendapat peringatan terkait mekanisme pengelolaan sampah yang hanya ditumpuk karena kini tidak lagi diizinkan. Tahun ini pengelolaan sampah akan berbasis teknologi dan dipastikan mampu mengelola hingga 1.000 ton sampah per hari. Mudah-mudahan gunungan sampah bisa pelan-pelan kita kurangi,” tandasnya. (JD 08/ED 02)
