berita.depok.go.id - Keterbatasan lahan produktif akibat pesatnya urbanisasi menjadi tantangan utama sektor pangan di Kota Depok.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok (DKP3) menyiapkan strategi pengembangan pertanian perkotaan terintegrasi dan berbasis teknologi dalam Rencana Kerja (Renja) 2027.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi, menegaskan bahwa pertanian di wilayah perkotaan tidak lagi dapat mengandalkan pola konvensional.
Transformasi menuju sistem modern, efisien, dan berorientasi pasar menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Model pertanian konvensional sulit berkembang di wilayah perkotaan. Karena itu, kita dorong konsep pertanian terintegrasi dari hulu ke hilir, tidak hanya produksi, tetapi juga distribusi dan penguatan nilai tambah ekonomi,” ujarnya, Sabtu (28/02/26).
Konsep yang dikembangkan meliputi greenhouse terpadu, hidroponik NFT, budidaya ikan dengan sistem resirkulasi (RAS), serta peternakan urban dengan sistem kandang yang lebih higienis dan ramah lingkungan.
Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap keterbatasan lahan sekaligus mampu meningkatkan produktivitas.
Selain penguatan teknologi, DKP3 Kota Depok juga menargetkan minimal satu lokasi pengelolaan pertanian modern di setiap kecamatan sebagai langkah konkret memperkuat daya saing sektor pangan.
Diversifikasi pangan pun menjadi perhatian untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Dari sisi kinerja, realisasi anggaran DKP3 Kota Depok tahun sebelumnya tercatat mencapai lebih dari 93 persen.
Namun, pendapatan retribusi Balai Benih Ikan (BBI) masih perlu ditingkatkan sebagai bagian dari optimalisasi sektor perikanan.
Melalui strategi tersebut, DKP3 Kota Depok berkomitmen membangun sistem pangan Kota Depok yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan menuju 2027.
“Renja 2027 harus adaptif terhadap tantangan kota dan mampu meningkatkan daya saing pertanian serta perikanan kita. Pertanian kota harus berbasis teknologi, efisien, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya. (JD 03/ED 01).
