berita.depok.go.id - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki memberikan satu pohon kamboja berukuran besar dan tujuh tanaman anggrek bulan sebagai hadiah ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok.
Inisiatif ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap imbauan Wali Kota Depok Supian Suri, dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan.
Mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan kota.
Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan dan Sosial Kemasyarakatan SIT Al Haraki, Dewi Hartati mengatakan, hadiah satu pohon kamboja dan tujuh tanaman anggrek bulan untuk Kota Depok ini sebagai simbol harapan, pertumbuhan, dan keberlanjutan kota.
“Pemilihan pohon kamboja dan bunga anggrek ini bukan tanpa alasan, secara filosofis pohon kamboja melambangkan perubahan, kematangan, perjalanan panjang sebuah kota yang bertumpu pada akar yang kuat serta kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang seiring waktu,” jelasnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (28/04/26).
Dewi mengungkapkan, sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi pemimpin masa depan, SIT Al Haraki memandang bahwa kontribusi terhadap pembangunan kota tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di ruang kelas.
Tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain itu, pohon-pohon ini juga bermanfaat dalam meningkatkan kualitas udara, memberikan keteduhan, serta mendukung penghijauan yang estetis, sesuai dengan kondisi iklim Kota Depok yang cenderung panas.
Sementara itu, kehadiran anggrek dengan beragam warna yang tumbuh bersamanya menjadi simbol masyarakat Depok yang beragam, adaptif, serta terus memberikan warna dan dinamika bagi kehidupan kota.
“Kehadiran anggrek mencerminkan peran aktif warga dalam memberi warna dan kehidupan bagi kota sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan lingkungan dalam mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui simbolisasi ini, SIT Al Haraki berharap Depok dapat terus berkembang menjadi kota yang nyaman ditinggali, dengan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan tertata.
Selain itu, Depok juga diharapkan semakin menguat sebagai kota pendidikan dengan tingkat literasi yang tinggi, serta didukung oleh sistem transportasi yang terintegrasi dan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan ruang terbuka hijau, taman, serta jalan yang terawat dan ramah bagi pejalan kaki juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Momentum hari jadi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan,” tandas Dewi. (JD 05/ED 01).
