Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Pendidikan
Talkshow Pendidikan Inklusif, Disdik Depok Dorong Sekolah Bekali Peserta Didik Hadapi Masa Depan
JD 08 - berita depok

52
Kamis, 21 Mei 2026, 20:07 WIB

Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono memberikan sambutan dalam kegiatan Talkshow Pendidikan Inklusif di Aula Serbaguna Lantai 10, Gedung Baleka, Kamis (21/05/26). (Foto:MGG Kevin/Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menggelar Talkshow Pendidikan Inklusif di Aula Serbaguna Lantai 10, Gedung Baleka, Kamis (21/05/26). Dengan tema Dari Sekolah ke Dunia Kerja, Mempersiapkan Masa Depan Anak Inklusi yang Mandiri dan Berdaya, sekolah didorong untuk membekali peserta didik dalam menghadapi tantangan dan masa depan.

Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono menegaskan, pendidikan inklusif harus dimaknai lebih luas, yakni memastikan setiap peserta didik mendapatkan ruang untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

“Forum hari ini bukan sekadar ruang diskusi. Ini adalah ruang untuk menata ulang cara kita memandang anak, menguatkan kembali tugas mulia pendidikan dan memastikan tidak ada anak di Kota Depok yang merasa tertinggal hanya karena belajar dengan cara yang berbeda,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak cukup hanya membuka akses masuk sekolah, tetapi juga harus menghadirkan proses belajar yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.

“Pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada akses. Akses memang penting, tetapi itu hanyalah pintu masuk. Tugas kita jauh lebih besar, yaitu memastikan anak merasa diterima, terlibat dalam proses belajar dan memiliki kesempatan berkembang sesuai kemampuan, minat, bakat, serta kebutuhannya,” ungkapnya.

Wahid menambahkan, sekolah perlu mengubah pendekatan dalam melihat keberagaman peserta didik. Menurutnya, perbedaan cara belajar bukan alasan untuk menurunkan ekspektasi, melainkan dorongan untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif.

“Sekolah tidak boleh memaksa semua anak berjalan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bukan alasan untuk menurunkan harapan, tetapi alasan untuk memperbaiki cara kita mendampingi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wahid juga menekankan pendidikan harus mampu menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan, tidak hanya mengejar capaian akademik semata.

“Kita tidak boleh hanya bertanya nilai anak ini berapa. Kita juga harus bertanya anak ini sudah bisa apa, tertarik pada bidang apa dan dukungan apa yang dibutuhkan agar lebih mandiri. Sekolah harus mulai membangun jembatan dari ruang kelas menuju kehidupan,” paparnya.

Kegiatan ini diikuti 350 peserta secara luring dan daring yang terdiri dari kepala sekolah, guru jenjang SD, SMP, SMA, pengawas sekolah, orang tua, serta pemerhati pendidikan.

Forum ini menjadi wadah penguatan pemahaman tentang pendidikan inklusif yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga kesiapan peserta didik menghadapi kehidupan nyata.

Penulis: Vidyanita/ MG-Kevin

Editor: Retno Yulianti


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK