berita.depok.go.id - Di depan ruang kelas MTs Al Jihad, senyum Agies Maulidan tak bisa disembunyikan.
Siswi kelas 7 A itu kini bisa mengikuti pelajaran dengan tenang, tanpa lagi dibayangi kekhawatiran soal biaya sekolah.
Semua itu ia rasakan sejak hadirnya Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Dengan arah kebijakan yang tepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat, Program RSSG kini bukan hanya tentang sekolah gratis, melainkan tentang harapan, keberlanjutan, dan masa depan anak-anak Depok.
“Program RSSG ini membantu orang tua saya dalam membiayai pendidikan saya di sini. Terima kasih Pak Wali, RSSG mantap,” ujar Agies polos.
Cerita Agies hanyalah satu dari ribuan kisah anak-anak Depok yang kini kembali menaruh harapan pada bangku sekolah.
Tercatat lebih dari 2.400 siswa telah merasakan manfaat RSSG, sebuah program yang digulirkan oleh Wali Kota Depok Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, untuk memastikan tak ada anak Depok yang tertinggal dari pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
Pada tahun 2025, Program RSSG telah menjangkau 47 sekolah swasta di seluruh Kota Depok dengan total 2.472 siswa kelas 7.
Pemkot Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 Miliar, dengan pembiayaan pendidikan sebesar Rp1,5 juta per siswa.
Program ini tidak berhenti pada pembiayaan semata.
Kualitas pendidikan juga diperkuat melalui pendampingan kurikulum dan pelatihan guru yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sehingga sekolah swasta tetap mampu meningkatkan mutu pembelajaran tanpa membebani orang tua murid.
Baca Juga: Gratis dan Diminati, RSSG Depok Dibuka di Tahun Ajaran Baru Juni 2026
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Depok menargetkan perluasan RSSG ke 49 sekolah swasta melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Program ini akan melanjutkan pembiayaan bagi siswa kelas 7 ke jenjang berikutnya serta menjangkau 3.000 siswa baru kelas 7, dengan total anggaran pendidikan mencapai lebih dari Rp11,9 Miliar.
Selain itu, program PAUD Gratis juga menyasar 1.100 anak di 33 PAUD yang tersebar di 11 kecamatan.
Sebaran sekolah penerima manfaat RSSG meliputi berbagai wilayah di Kota Depok, seperti Limo, Cinere, Beji, Tapos, Cimanggis, Cilodong, Sukmajaya, Cipayung, Pancoran Mas, Bojongsari, hingga Sawangan, menandakan bahwa program ini dirancang merata dan inklusif.
Rasa syukur juga dirasakan Rahma Diva Queensha Putranto, siswi kelas 7A MTs Al Jihad.
“Saya merasa sangat senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang telah memberikan jalan kepada pelajar di Kota Depok melalui pelayanan pendidikan gratis di MTs Al Jihad,” tuturnya.
Bagi pihak sekolah, program ini mampu menjadi angin segar, bagi dunia pendidikan di Kota Depok.
Neni Argaeni, Pembina Yayasan MTs Al Jihad, menilai RSSG sebagai kebijakan dengan arah yang sangat tepat.
“Ini program yang luar biasa. Kami berterima kasih sekali kepada Wali Kota Depok. Semoga ke depan semakin banyak sekolah swasta yang bisa meningkatkan kualitas tanpa harus menambah biaya kepada orang tua murid,” ujarnya.
Mengenyam pendidikan adalah hak setiap anak, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945.
Melalui RSSG, amanat itu perlahan menjelma menjadi kenyataan di Kota Depok, bukan sekadar angka dan anggaran, tetapi cerita tentang anak-anak yang kembali percaya bahwa sekolah adalah tempat mereka meraih masa depan. (JD 03/ED 01).
