Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Pembangunan
Rp80 Miliar Disiapkan, Underpass Citayam Dibangun 2027
JD 05 - berita depok

850
Kamis, 29 Jan 2026, 11:20 WIB

Perlintasan kereta sebidang di Jalan Raya Citayam. (Foto: JD 05/Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas mengurai kemacetan di perlintasan sebidang kereta api (KA) Jalan Raya Citayam dengan mengajukan pembangunan terowongan atau underpass ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, kemacetan kendaraan di perlintasan kereta api Citayam membutuhkan penanganan yang serius dan cepat. Oleh karena itu, Pemkot Depok memasukkannya menjadi kegiatan pembangunan prioritas tahun 2027.

“Kita (Pemkot Depok) alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” katanya dalam acara Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027, di Aula Serbaguna Lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Rabu (28/01/26).

Ia mengungkapkan, percepatan realisasi proyek ini harus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, karena jalan tersebut menghubungkan akses dua wilayah yaitu Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor juga sudah komitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama, jadi underpass itu adalah kerja sama kita berdua untuk pembebasan lahannya,” ungkapnya.

Dengan sudah terjalinnya komunikasi dan sinergi antara kedua daerah, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jabar dapat segera merealisasikan pembangunan underpass tersebut di tahun 2027.

“InsyaAllah di 2027 Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisiknya kurang lebih hampir Rp200 miliar untuk bisa menyelesaikan kemacetan di Jalan Citayam,” terangnya.

Jawab Kemacetan Kronis Jalan Raya Citayam

Menurut Supian Suri, kehadiran underpass ini akan sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan kereta rangkaian listrik (KRL) dan lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang KA di Jalan Raya Citayam.

“Kalau kita runut dari utara per tiga menit KRL lewat, sehingga tidak lagi akan bisa mengurai kemacetan tanpa underpass atau flyover,” tambahnya.

Selain menjadi solusi mengurai kemacetan, pembangunan underpass diharapkan dapat meningkatkan kepastian waktu tempuh kendaraan. Serta mobilitas warga dan kendaraan darurat juga dapat berjalan lebih efisien tanpa terganggu jadwal kereta.

“Dari utara sudah terfasilitasi dengan Bundaran UI, bergerak ke selatan dikit sudah ada flyover Arif Rahman Hakim, lanjut underpass Dewi Sartika, PR kita tinggal satu di Citayam ini titik jalan utama yang masih melewati jalan kereta,” papar Supian Suri.

Sebagai informasi, pembangunan underpass merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah. (JD 05/ED 02)


Apa reaksi anda?
7
1
1
0
0
1
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK