berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus menghadirkan inovasi dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kali ini, intervensi dilakukan berkolaborasi dengan pihak swasta di RW 16 Kelurahan Cimpaeun dengan pendekatan yang tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga membuka peluang penghasilan bagi penghuninya.
Rumah tersebut milik Ibu Salmah, warga lanjut usia yang hidup bersama dua anaknya yang merupakan penyandang tuna netra.
Kondisi rumah sebelumnya sangat memprihatinkan dan berisiko ambruk, sehingga membutuhkan penanganan segera.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan bahwa penanganan RTLH kali ini tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memikirkan keberlanjutan kehidupan keluarga yang tinggal di dalamnya.
“Rumahnya memang kita intervensi karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Tapi kita tambahkan juga ruang kontrakan, (supaya ada penghasilan) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, usai kegiatan, Senin (19/01/26).
Supian Suri menjelaskan, kondisi keluarga tersebut membutuhkan perhatian lebih.
Selain Ibu Salmah yang sudah sepuh dan dalam kondisi sakit, kedua anaknya memiliki keterbatasan penglihatan sehingga tidak bisa banyak beraktivitas secara mandiri.
Ia juga mengungkapkan masih terus berupaya mencari solusi dari sisi kesehatan.
Wali Kota Depok meminta agar kondisi mata kedua anak Ibu Salmah diperiksa lebih lanjut di RSUD KiSA.
“Kita ikhtiarkan untuk dicek ke rumah sakit, mudah-mudahan masih ada peluang pengobatan. Kalau bisa melihat kembali, tentu itu akan sangat membantu menopang kehidupan keluarga,” tambahnya.
Melalui pendekatan ini, Pemkot Depok berharap program RTLH tidak hanya memperbaiki tempat tinggal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga, khususnya keluarga rentan dan penyandang disabilitas. (JD09/ED 01).
