berita.depok.go.id - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pancoran Mas menggelar kegiatan Penguatan Tata Kelola Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) Berbasis Manhaj Aswaja An-Nahdliyah dalam rangkaian Gebyar Safari Ramadhan, Jumat (27/02/26).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Al-Hidayah, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, ini dimulai pukul 14.00 WIB hingga buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 100 peserta.
Acara ini diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Pancoran Mas dan dihadiri berbagai elemen Nahdlatul Ulama, di antaranya pengurus DKM masjid dan musholla se-Kecamatan Pancoran Mas, Muslimat NU, LAZISNU, Tim JQH, Pengurus PC Ansor Kota Depok, Banser, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok.
Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Depok sekaligus Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kota Depok, KH M. Abdul Mujib, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar agenda tahunan menjelang Idulfitri.
“Zakat bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ibadah yang membutuhkan pemahaman fiqih, ketelitian, dan tanggung jawab. Pengelolaan zakat harus sesuai ketentuan syariat agar sah secara hukum agama dan tepat sasaran dalam membantu mustahiq,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tujuan zakat sebagai tazkiyat al-mal (pembersih harta) dan instrumen kesejahteraan umat hanya akan terwujud jika dikelola secara amanah dan profesional.
“Itu hanya dapat terwujud apabila dikelola secara amanah dan profesional,” tegasnya.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Pancoran Mas, Muhammad Maulana, dalam sambutannya menekankan bahwa pengelolaan ZIS bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari sistem pemberdayaan umat.
“Umat Islam harus naik kelas dari sekadar menyalurkan secara individu menjadi pengelolaan yang terstruktur, transparan, dan tepat sasaran. Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRNU Mampang sekaligus Pengurus DKM Masjid Al-Hidayah, Syahroji, mengingatkan bahwa berkhidmah di Nahdlatul Ulama merupakan bagian dari menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Khidmah di NU adalah kelanjutan perjuangan para ulama. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari menjaga sanad perjuangan dan merawat ajaran Aswaja agar tetap kokoh di tengah masyarakat,” tutupnya. (JD09/ED 01).
