berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) penguatan implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Ruang Edelweis, Lantai 5 Balai Kota Depok, Senin (25/05/26).
Kegiatan ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), para camat dan lurah, serta menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
FGD tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi RBI hingga tingkat kelurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur mengatakan, FGD ini menjadi bagian penting untuk memastikan program RBI tidak berhenti pada tahap peluncuran, tetapi benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang untuk menyusun strategi bersama dalam menjawab berbagai persoalan perempuan dan anak di Kota Depok. Implementasi RBI harus berjalan efektif, terukur, dan menghadirkan manfaat nyata,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, tantangan perlindungan perempuan dan anak saat ini masih cukup kompleks. Mulai dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan pengasuhan, kerentanan sosial, pernikahan usia anak, perlindungan hak anak, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap lingkungan sosial masyarakat.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara parsial, sektoral, ataupun hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga media.
“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak,” katanya.
Ia berharap melalui FGD ini dapat lahir langkah-langkah konkret yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita tentu sederhana tetapi sangat bermakna, semakin sedikit perempuan dan anak yang berada dalam situasi rentan, semakin kuat ketahanan keluarga, semakin aman lingkungan sosial kita, dan semakin besar peluang generasi masa depan Kota Depok tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya.
Penulis: Vidyanita/MGG Kevin
Editor: Retno Yulianti
