berita.depok.go.id - Cuaca ekstrem di Padang Arafah menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji asal Kota Depok.
Di tengah suhu yang mencapai 44 derajat celsius, para jemaah harus pintar menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat saat menjalani puncak ibadah haji.
Ketua Kloter 2 JKS Kota Depok, Cutra Sari mengatakan, para petugas terus mengingatkan jemaah agar fokus beribadah sekaligus menjaga kesehatan selama berada di Arafah.
“Imbauan yang terus kami sampaikan kepada jemaah haji agar tetap sehat dan fokus beribadah. Cuaca di Padang Arafah saat ini sangat panas, mencapai 44 derajat,” kata Cutra kepada berita.depok.go.id, Selasa (26/05/26) malam.
Karena kondisi tersebut, jemaah dianjurkan lebih banyak beraktivitas di dalam tenda untuk menghindari risiko heat stroke atau sengatan panas dan dehidrasi.
“Kami sangat menganjurkan jemaah tetap berada di dalam tenda selama mungkin dan tidak keluar kecuali untuk kebutuhan yang sifatnya penting seperti ke kamar mandi,” ujarnya.
Meski begitu, sejumlah jemaah tetap ingin merasakan suasana beribadah langsung di luar tenda Padang Arafah.
Beberapa di antaranya terlihat menggelar kardus maupun sajadah di pinggir tenda untuk berdoa dan berzikir.
Namun para petugas tetap mengingatkan pentingnya perlindungan diri.
Payung, masker, hingga semprotan air menjadi perlengkapan wajib yang kini selalu dibawa jemaah saat keluar tenda.
“Kami tetap menghimbau untuk menggunakan pelindung diri terutama payung. Kemudian jamaah laki-laki walaupun dalam keadaan ihram tetap diperkenankan menggunakan masker,” jelasnya.
Selain itu, jemaah juga dianjurkan membawa semprotan air untuk menyegarkan wajah saat cuaca terasa terlalu panas.
“Semprotan air itu bisa langsung digunakan ke wajah ketika dirasa panas. Jamaah juga kami minta membawa bekal air minum dan makanan ringan supaya tidak kekurangan cairan,” tambah Cutra.
Di tengah teriknya cuaca Arafah, semangat ibadah para jemaah asal Depok tetap terasa kuat.
Dengan payung di tangan, masker di wajah, dan doa yang terus dilangitkan, mereka menjalani wukuf dengan penuh kekhusyukan sambil saling menjaga satu sama lain.
Penulis : Zaid A
Editor : Yanu
