Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Kesra
Khatmil Al-Qur’an dan Haul Makam Kedaung Hadirkan Ruang Kebersamaan Warga
JD 05 - berita depok

105
Kamis, 26 Mar 2026, 7:31 WIB

Pengurus Makam Kedaung usai menjalani tradisi Khotmil Quran dan Haul di Makam Kedaung, Kecamatan Sawangan, Rabu (25/03/26). (Foto: dok. Narasumber)

berita.depok.go.id - Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan terasa di Aula Makam Kedaung saat warga RW 04 dan RW 05 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, menggelar kegiatan Khatmil Al-Qur’an dan Haulan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai 23 hingga 25 Maret 2026 ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga dalam menjaga tradisi dan mempererat silaturahmi.

Ketua Makam Kedaung, H. Adin mengatakan, kegiatan tersebut secara konsisten dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah Lebaran.

“Ini sudah menjadi bagian dari amanah orang tua dan para tokoh agama terdahulu. Kita sebagai generasi penerus wajib menjaga dan melestarikannya,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (26/03/26).

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momen berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan orang tua hingga generasi muda, dalam satu ruang yang penuh nilai kebersamaan.

Dalam suasana yang kental dengan nuansa Betawi, warga tampak saling menyapa, membantu, dan menguatkan satu sama lain. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong yang terus dijaga.

Di sisi lain, pengelolaan Makam Kedaung juga dilakukan secara tertib dan transparan. Makam ini dikhususkan bagi warga Muslim RW 04 dan RW 05 yang telah terdaftar sebagai anggota, dengan verifikasi data yang dilakukan setiap tahun.

H. Adin menjelaskan, bagi warga yang belum terdaftar sebagai anggota makam, apabila meninggal dunia tidak dapat dimakamkan di Makam Kedaung. Sebagai alternatif, warga dapat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Pemerintah Kota Depok.

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh warga untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai anggota makam guna memastikan tertib administrasi.

“Kami ingin pengelolaan berjalan dengan baik, administrasi tertib, serta keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada warga,” jelasnya.

Menariknya, penutupan kegiatan menjadi momen yang paling dinanti. Setelah doa bersama dipanjatkan, warga menikmati hidangan khas berupa nasi ambeng yang merupakan hasil gotong royong para ibu-ibu.

Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, di mana rezeki dibagikan, doa dipanjatkan, dan nilai-nilai kebajikan terus diwariskan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tradisi tetap terjaga dan kebersamaan warga semakin kuat sebagai bekal untuk masa depan,” tandasnya. (JD 05/ED 02)


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK