berita.depok.go.id - Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kecamatan Bojongsari, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan Sekolah Lansia Durian Seribu yang kini menjadi salah satu program pemberdayaan lansia yang aktif di wilayah tersebut.
Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani mengatakan, pemerintah kelurahan memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan dukungan kepada para lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif.
“Kami selalu berupaya hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan para lansia. Pemerintah harus menjadi bagian dari semangat mereka agar terus aktif, sehat, dan bahagia,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (19/06/26).
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pendampingan, tetapi juga fasilitasi berbagai kegiatan. Salah satunya melalui penyediaan sarana untuk senam hidroterapi yang dilaksanakan rutin setiap bulan.
Menurut Ahmad Sabani, sebelumnya peserta Sekolah Lansia masih harus membayar untuk menggunakan fasilitas di Taman Herbal. Namun setelah pihak kelurahan melakukan komunikasi dengan pengelola dan menjelaskan manfaat kegiatan tersebut bagi para lansia, penggunaan fasilitas akhirnya dapat digratiskan.
“Dulu kegiatan di Taman Herbal masih berbayar. Setelah kami berdiskusi dengan owner-nya dan menyampaikan bagaimana kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lansia, alhamdulillah sekarang digratiskan total dan bisa dimanfaatkan setiap bulan,” jelasnya.
Selain itu, Kelurahan Duren Seribu juga memberikan dukungan berupa kendaraan operasional saat para lansia mengikuti kegiatan di luar wilayah. Berbagai kebutuhan kegiatan juga difasilitasi agar para peserta dapat mengikuti setiap agenda dengan nyaman.
“Ketika mereka ada kegiatan di luar, kami siapkan mobil operasional. Kalau ada kegiatan di kelurahan juga kami fasilitasi dan kami support karena kami ingin mereka merasa bahwa pemerintah selalu hadir mendampingi,” katanya.
Dukungan tersebut turut mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam program Sekolah Lansia Durian Seribu. Pada wisuda Sekolah Lansia tingkat Kota Depok, sekolah lansia ini berhasil meluluskan 66 peserta, jumlah terbanyak dibandingkan sekolah lansia lainnya di Kota Depok.
Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi dan aktivitas, mulai dari pola hidup bersih dan sehat, pencegahan demensia melalui kerja sama dengan akademisi, senam hidroterapi, senam Litengkung, hingga kegiatan sosial yang mendorong lansia tetap aktif dan mandiri.
“Bahkan setelah diwisuda, banyak yang tetap datang mengikuti kegiatan sekolah. Mereka sudah merasa menjadi keluarga besar, sehingga tetap ingin belajar dan berkumpul bersama teman-temannya,” ungkapnya.
Ia berharap perhatian terhadap kelompok lansia terus meningkat, termasuk melalui dukungan program dan anggaran agar kegiatan pemberdayaan lansia dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Mereka adalah orang tua kita semua. Ketika mereka mengadakan kegiatan, kita harus hadir. Itu bentuk dukungan dan penghargaan kepada mereka. Kami tidak boleh jauh dari masyarakat, tetapi harus selalu hadir, memfasilitasi, dan memberikan semangat agar setiap kegiatan yang ada di wilayah dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Fajar R
Editor: Retno Yulianti
