Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News
Kabar Baik! Depok Jadi Kawasan dengan Keanekaragaman Ikan Tertinggi di Sungai Ciliwung
JD09 - berita depok

82
Kamis, 12 Mar 2026, 10:32 WIB

Contoh ikan asli Sungai Ciliwung yang masih bertahan. Ket. 1. Hampala, 2. Paray Sungai, 3. Regis, 4. Benteur, 5. Baung. (Sumber: Narasumber)

berita.depok.go.id - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wilayah Kota Depok menjadi kawasan dengan tingkat keanekaragaman ikan tertinggi di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. 

Temuan ini berasal dari riset yang dilakukan oleh Iqbal Mujadid bersama tim dari STKIP Arrahmaniyah dan Komunitas Ciliwung Depok (KCD).

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Portal Jurnal Ilmiah Berita Biologi BRIN tahun 2025 dengan judul “Reinventarisasi dan Analisis Laju Peningkatan Diversitas Ikan di Sungai Ciliwung”.

Penelitian dilakukan pada periode 2023–2024 dengan metode pengambilan sampel di 18 stasiun penelitian yang terbentang dari hulu hingga hilir Sungai Ciliwung. 

Dari total 37 spesies ikan yang ditemukan, sebanyak 22 spesies tercatat di segmen 4, yaitu aliran sungai yang melintasi wilayah Citayam hingga Kelapa Dua di Kota Depok.

Beberapa ikan asli yang ditemukan di wilayah tersebut antara lain Ikan Hampala (Hampala macrolepidota), Regis (Mystacoleucus marginatus), Paray (Rasbora argyrotaenia), Benteur (Barbodes binotatus), Nilem (Osteochillus vittatus), Lalawak (Barbonymus balleroides), Ramokasang (Pangio oblonga), Jeler (Nemacheilus fasciatus), Baung (Hemibagrus nemurus), Keting (Mystus singaringan), Lele Lokal (Clarias batrachus), Kehkel (Glyptothorax platypogon), Sili (Macrognathus sp), Belut (Monopterus albus), Julung-julung (Dermogenys pussila), Sepat (Trichogaster trichopterus), dan Gabus (Channa striata). 

Selain itu juga ditemukan beberapa spesies ikan asing atau invasif seperti Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis), Brushmouth Pleco (Ancistrus temminckii), Nila (Oreochromis niloticus), Cere (Gambusia affinis), serta Guppy (Poecillia reticulata). 




(Aktivitas peneliti mengkoleksi ikan di sungai. Foto: Narasumber). 

Dengan jumlah tersebut, Kota Depok tercatat sebagai pusat keanekaragaman ikan tertinggi di sepanjang Sungai Ciliwung.

Menurut laporan penelitian, tingginya keanekaragaman ikan di wilayah Depok dipengaruhi oleh kondisi riparian atau tepian sungai yang masih relatif baik dibandingkan wilayah lain. 

Tepian sungai yang masih alami dengan tanah, serasah, dan vegetasi pohon dinilai mampu mendukung siklus hidup ikan.

“Segmen Ciliwung di Depok menunjukkan riparian yang terjaga, sehingga mampu menopang ekosistem perairan yang lebih kompleks. Hal ini menjadikan Depok sebagai hotspot keanekaragaman ikan di Sungai Ciliwung,” ungkap Iqbal Mujadid dalam publikasinya yang diterima berita.depok.go.id, Rabu (11/03/26).

Temuan ini juga menegaskan pentingnya peran komunitas peduli lingkungan seperti KCD yang aktif mengedukasi masyarakat dan pelajar dalam menjaga kebersihan sungai, melakukan restocking ikan asli, serta menekan praktik perusakan lingkungan.

Salah satu pengurus KCD, Trisna Rengganis, mengatakan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan penting dalam merumuskan strategi pelestarian ekosistem Sungai Ciliwung ke depan.

Ia menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, serta komunitas yang berada di sepanjang aliran sungai untuk bersama-sama menjaga habitat alami sungai.

“Upaya pelestarian harus dilakukan lebih serius agar spesies ikan asli tetap bertahan di tengah gempuran spesies invasif,” pungkasnya. (JD09/ED 01).


Apa reaksi anda?
1
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK