berita.depok.go.id - Jemaah haji asal Indonesia yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci mulai kembali ke daerah masing-masing, termasuk Kota Depok.
Untuk memastikan kondisi kesehatan para jemaah tetap terjaga dan mencegah potensi penyebaran penyakit menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan pemantauan kesehatan pasca kepulangan.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan, pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Depok Tiba, Satu Orang Masih Dirawat di Arab Saudi
“Jemaah haji yang baru kembali kami minta untuk tetap memantau kondisi kesehatannya dan melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan,” ungkapnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (03/06/26).
Dikatakan Devi, apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, kaku kuduk, atau keluhan kesehatan lainnya segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Devi menjelaskan, seluruh jemaah juga diminta mengisi aplikasi Allrecord dari pemerintah pada laman https://bit.ly/evaluasijemaahpascahaji2026.
Selain itu mengisi formulir pemantauan riwayat kesehatan selama 21 hari setelah kepulangan.
"Langkah ini dilakukan untuk mendukung deteksi dini terhadap penyakit yang berpotensi muncul pasca perjalanan internasional," jelasnya.
Devi menambahkan, petugas kesehatan akan melakukan surveilans dan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular yang memiliki potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Adapun diantaranya Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Covid-19, meningitis, dan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya.
Baca Juga: Ratusan Jamaah Haji Kloter 2 JKS Tiba di Depok
Lebih lanjut, Devi mengungkapkan, jika ditemukan jemaah dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular tertentu, Dinkes akan melakukan sejumlah hal.
Seperti, penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen sesuai kebutuhan, serta melaporkan hasil pemantauan kepada pemerintah provinsi dan pusat.
"Pemantauan kesehatan dilakukan selama masa inkubasi penyakit tertentu setelah jemaah kembali. Harapannya, kesehatan jemaah tetap terjaga dan potensi penularan penyakit dapat dicegah sejak dini," tutupnya.
Penulis : Indri Purnama
Editor: Yanu
