berita.depok.go.id - Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala berlipat ganda.
Namun, agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, ada amalan-amalan yang dianjurkan untuk semakin menyempurnakan nilai ibadah tersebut.
Pengasuh Ponpes Asaadah Cipayung sekaligus Wakil Rais Syuriyah PCNU Depok, Muhamad Abdul Mujib, menyampaikan bahwa puasa adalah madrasah spiritual yang harus diisi dengan amalan-amalan kebaikan agar benar-benar menjadi sarana “panen pahala”.
“Puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momentum memperbanyak ibadah. Kalau ingin puasanya benar-benar bernilai dan panen pahala, maka isi hari-harinya dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya, kepada berita.depok.id, Rabu (25/02/26).
Menurutnya, ada tiga amalan utama yang bisa menjadi pegangan selama menjalankan ibadah puasa.
1. Memperbanyak Dzikir
Dzikir menjadi amalan ringan namun memiliki keutamaan besar.
Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan pikiran lebih terjaga dari hal-hal yang sia-sia.
“Dzikir itu sederhana, bisa dilakukan kapan saja. Saat berjalan, bekerja, atau menunggu waktu berbuka. Tapi dampaknya luar biasa, hati menjadi hidup dan puasa kita lebih berkualitas,” jelasnya.
2. Memperbanyak Sholawat
Amalan kedua adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah, sholawat juga menjadi jalan turunnya rahmat dan keberkahan.
“Orang yang memperbanyak sholawat akan mendapatkan syafaat Rasulullah. Di bulan puasa, ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan,” tambahnya.
3. Membaca dan Mentadabburi Al-Quran
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Quran.
Karena itu, membaca Al-Quran menjadi amalan utama yang tidak boleh ditinggalkan.
“Ramadan adalah bulan Al-Quran. Jangan sampai sehari pun kita lewat tanpa membaca Al-Quran, walaupun hanya beberapa ayat. Kalau bisa ditambah dengan memahami maknanya, itu lebih baik lagi,” kata Abdul Mujib.
Ia menegaskan, ketiga amalan tersebut jika dilakukan secara konsisten akan menjadikan Ramadan sebagai bulan transformasi spiritual, bukan sekadar rutinitas tahunan.
“Yang terpenting adalah istiqamah. Sedikit tapi rutin, itu lebih dicintai Allah. InsyaAllah, dengan dzikir, sholawat, dan Al-Quran, puasa kita benar-benar menjadi ladang pahala,” pungkasnya. (JD09/ED 01).
