Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News
Hortikultura hingga Greenhouse Diintegrasikan, Konsep Pertanian Modern di Kota Depok
JD 03 - berita depok

96
Jumat, 27 Feb 2026, 17:20 WIB

Kepala DKP3 Dadan Rustandi (kanan) saat melakukan monitoring lokasi pertanian modern. (Foto: DKP3 Depok/ Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Konsep pertanian modern yang akan dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak akan berfokus pada satu komoditas. 

Sistemnya mengintegrasikan hortikultura, perikanan, greenhouse, hingga metode hidroponik dalam satu kawasan terpadu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan integrasi ini menjadi kunci efisiensi produksi di wilayah perkotaan.

Pemkot Depok menetapkan tiga kecamatan sebagai tahap awal atau pilot project, yakni Tapos, Bojongsari, serta Limo atau Sukmajaya

“Artinya hortikultura dan perikanannya tersambung. Tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam satu sistem,” katanya kepada berita.depok.go.id, Jumat (27/02/26). 

Dalam konsep tersebut, limbah dari satu sektor dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya sehingga mendekati prinsip zero waste.

Teknologi greenhouse juga menjadi bagian penting dari sistem. 

Konsep greenhouse hybrid artificial lighting memungkinkan tanaman tetap memperoleh suplai cahaya meskipun cuaca mendung.

"Tanaman umumnya membutuhkan enam jam cahaya matahari per hari," jelasnya. 

Ketika intensitas cahaya berkurang, sistem pencahayaan buatan akan menggantikan kebutuhan tersebut.

"Dengan pendekatan ini, produktivitas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca," jelas Dadan. 

Baca Juga: Pemkot Depok Rancang Transformasi Pertanian Modern, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Penyesuaian Anggaran dan Tahap Uji Coba

Untuk memastikan konsep terbaik, Pemkot Depok telah menggelar beauty contest pada 2025 guna mendapatkan desain dan perencanaan yang tepat. 

Dari proses tersebut, terpilih satu konsep makro yang dinilai sesuai dengan visi pertanian modern Kota Depok.

Namun dalam implementasinya, muncul tantangan dari sisi anggaran. 

Perencanaan awal membutuhkan biaya cukup besar sehingga perlu dilakukan penyesuaian tanpa menghilangkan substansi utama.

“Konsep makronya memang besar dan biayanya besar. Maka kita menyesuaikan,” ujar Dadan.

Program ini akan memasuki tahap uji coba pada 2025, selanjutnya, pada periode 2026–2029, pengembangan dilakukan secara bertahap.

Bangunan yang dirancang bersifat semi permanen dan disesuaikan dengan kondisi lahan serta kemampuan fiskal daerah.

Setiap lokasi akan dikelola oleh tenaga khusus untuk memastikan operasional berjalan optimal.

“Satu lokasi satu pengelola khusus. Nanti jika sudah berjalan baik, kelompok tani dan masyarakat bisa dilibatkan,” jelasnya.

Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting agar program ini tidak hanya menjadi proyek pemerintah, tetapi tumbuh sebagai ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. 

Dengan pendekatan bertahap, integratif, dan berbasis teknologi, Pemerintah Kota Depok menegaskan komitmennya mewujudkan pertanian modern sebagai program unggulan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (JD 03/ED 01) 


Apa reaksi anda?
2
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK