berita.depok.go.id - Kota Depok pada 27 April 2026 genap berusia 27 tahun. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ini dimanfaatkan Majelis At-Taubah Kota Depok untuk menyampaikan harapan agar Kota Depok semakin maju, nyaman, dan guyup.
Majelis At-Taubah Kota Depok merupakan wadah yang menaungi 89 kumpulan ulama di wilayah Kota Depok. Organisasi ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi para ulama dalam menjaga nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut Ketua Majelis At-Taubah Kota Depok, KH. Syarif Wahab, bersama pendiri Pradi Supriatna, serta penasehat KH. Abu Madris dan Ustaz Roby Dongkal, menyampaikan harapan agar momentum HUT ke-27 menjadi penguat semangat persatuan warga Depok.
KH. Syarif Wahab menegaskan Depok merupakan milik bersama seluruh masyarakat, sehingga kemajuan kota perlu dibangun dengan semangat kebersamaan.
“Depok ini milik bersama, bukan hanya milik satu kelompok. Harapannya ke depan semakin maju, semakin nyaman, dan masyarakatnya semakin guyup,” ujarnya, Senin (27/04/26).
Ia juga menambahkan, kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni dan mempercepat pembangunan Kota Depok. Menurutnya, tanpa sinergi, kemajuan yang diharapkan akan sulit terwujud secara maksimal.
“Kami harap generasi muda di Kota Depok dapat turut mengambil peran dalam menjaga nilai persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan begitu, Depok dapat terus tumbuh menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan spiritual, jelasnya.
Sementara itu, Penasehat Majelis At-Taubah Kota Depok, KH. Abu Madris, menjelaskan Majelis At-Taubah terdiri dari 89 kumpulan ulama yang tersebar di Kota Depok. Ia menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga harmoni sosial serta mendorong pembangunan yang merata.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan bersama Depok maju, dengan pemerataan fasilitas dan pembangunan yang dapat dirasakan oleh seluruh warga.
“Mari kita wujudkan Bersama Depok Maju. Fasilitas harus bisa dirasakan oleh semua warga dan pembangunan perlu merata, tidak hanya berpusat di satu lokasi,” tuturnya.
Melalui harapan tersebut, Majelis At-Taubah optimistis Kota Depok akan terus berkembang menjadi kota yang inklusif, dengan pembangunan yang adil serta semangat kebersamaan yang semakin kuat di tengah masyarakat. (JD 03/ED 02)
