berita.depok.go.id - Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang diinisiasi Wali Kota Depok Supian Suri kini menjadi sorotan positif di tingkat Jawa Barat (Jabar). Program ini menjadi satu-satunya yang berjalan di provinsi tersebut dan menunjukkan hasil signifikan terhadap pemerataan layanan pendidikan.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Muhammad Yusuf, mengatakan RSSG merupakan terobosan yang menjawab berbagai tantangan PPDB, termasuk tingginya minat masyarakat pada sekolah negeri dan isu titip-menitip siswa.
“Terus terang kami terkejut, tahu-tahu jadi saja. Tapi ini program solutif yang langsung kami eksekusi,” ujarnya beberapa waktu yang lalu
Yusuf menegaskan komitmen Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah untuk meniadakan praktik titipan dalam SPMB maupun PPDB memberi kekuatan bagi Disdik untuk bekerja tanpa tekanan.
“Alhamdulillah SPMB kemarin tidak ada titipan. Semuanya by sistem,” jelasnya.
Dirinya merinci, hingga November 2025, program RSSG telah menggandeng 49 sekolah swasta dengan total 2.470 siswa yang bersekolah gratis. Banyak sekolah yang sebelumnya sepi peminat kini terisi penuh.
“Ada sekolah yang siswanya hanya 3–12 orang. Setelah gabung RSSG langsung penuh dua kelas. Ini bukti nyata,” tambahnya.
Program ini juga mendapat apresiasi luas saat dipaparkan ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jabar. Depok disebut sebagai best practice karena menjadi daerah satu-satunya yang berani menjalankan skema pembiayaan sekolah swasta secara penuh bagi siswa baru.
Selain pembiayaan Rp3 juta per siswa per tahun, Disdik juga menggandeng Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk memastikan pendampingan manajerial dan peningkatan kualitas guru di sekolah RSSG.
“UNJ rutin datang memastikan kualitas sekolah tetap terjaga. Standarnya kami pastikan setara dengan sekolah negeri,” ungkap Yusuf.
Ia menegaskan amanah langsung dari Wali Kota DEpok, tidak boleh ada satu pun anak Depok yang tidak sekolah karena alasan biaya.
“Karena itu, hingga penutupani pendaftaran, Disdik terus mencari anak usia SMP yang belum bersekolah agar dapat segera masuk ke RSSG,”tutupnya. (JD 03/ED 02)
