berita.depok.go.id - Berawal dari keresahan seorang Ayi Yuliaty warga RW 11 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan terhadap limbah kantong plastik/kresek yang tidak bisa terurai.
Lalu, dirinya mencoba untuk mengolah limbah itu menjadi suatu kerajinan tangan yang bukan hanya bagus tapi juga bernilai ekonomi tinggi.
Ayi mengatakan, pada awal merintis karena hanya seorang diri, ia terbatas dalam menghasilkan produk.
Namun karena ketekunannya mampu menarik perhatian kelompok ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah sekarang sudah 50 ibu-ibu yang berpartisipasi dengan beragam kreativitasnya jadi kami bisa menghasilkan banyak produk kerajinan tangan,” katanya kepada berita.depok.go.id, Senin (08/06/26).
Baca Juga: Pertama di Depok! Kampung Tematik "PlasART" Diluncurkan: Sulap Kresek Jadi Cuan
Bermodal dasar kantong plastik kresek di rumah, Ayi dan ibu-ibu Komplek Rivaria, RW 11 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, setiap Sabtu berkumpul membuat karya yang menarik.
“Salah satu anggota kami juga berbakat membuat corak seperti lukisan yang dibingkai bisa sebagai pajangan,” ungkapnya.
Hasil karya itu pun dipajang di sebuah galeri satu area dengan ruang terbuka hijau di lingkungannya.
Di antaranya ada home decor meliputi sarung bantal, taplak meja, karpet, hingga aksesoris.
Ayi mengungkapkan, hadirnya Kampung “PlasART” ini merupakan upaya nyata warga setempat menyayangi bumi.
Dari satu produk yang dibuat itu menggunakan tiga kantong plastik/kresek, langkah ini dianggap solusi yang tepat untuk pengolahan limbah plastik.
“Untuk sampahnya kita masih sampah yang dirumah aja jadi belum memakai sampah yang dari luar termasuk juga plastik kemasan bukan hanya plastik kresek, misalnya kemasan minuman gitu kita masukin untuk coraknya,” tandasnya.
Penulis: Nur Aprida Sani
Editor: Yanu
