berita.depok.go.id - Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah menjadi pembicara dalam President’s Dialogue Session pada konferensi tahunan Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2026 di Hongkong.
Pada forum yang mempertemukan para pemimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara tersebut, Rektor UI menyampaikan pidato bertajuk The Mandate for Future-Proofing Education, yang menekankan pentingnya adaptabilitas dan integritas pendidikan tinggi dalam menghadapi era disrupsi.
Melalui pidatonya, Prof. Heri menegaskan bahwa disrupsi akibat percepatan teknologi, perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi telah menjadi keniscayaan global.
Oleh karena itu, perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai penyampai pengetahuan, melainkan harus mampu membekali mahasiswa dengan kapasitas untuk menghadapi tantangan yang terus berubah.
“Pendidikan tinggi harus melampaui model tradisional. Kita perlu menyiapkan mahasiswa bukan hanya untuk profesi hari ini, tetapi untuk tantangan masa depan yang bahkan belum terdefinisi kan,” ujar Prof. Heri dalam rilis yang diterima berita.depok.go.id, Sabtu (28/02/26).
Ia menekankan, dalam mempersiapkan pendidikan yang tangguh, ada tiga kapasitas utama yang harus dimiliki untuk menghadapi masa depan.
Meliputi adaptabilitas, pergeseran menuju pembelajaran berbasis pengalaman dan pembelajaran sepanjang hayat, serta tanggung jawab.
Adaptabilitas menekankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan resiliensi mahasiswa.
Pembelajaran sepanjang hayat mencakup penguatan project-based learning, kolaborasi dengan industri, mobilitas global, serta ekosistem re-skilling dan up-skilling berkelanjutan.
Adapun tanggung jawab, memastikan pertumbuhan dan inovasi tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dan inklusi sosial.
Menurut Prof. Heri, kekuatan universitas terletak pada keberagaman dan dinamismenya.
Melalui kolaborasi regional dan internasional yang lebih erat, inovasi bersama, serta investasi pada ekosistem pembelajaran sepanjang hayat, perguruan tinggi dapat mengubah disrupsi menjadi peluang strategis.
"Tujuan pendidikan tinggi bukan semata menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi membentuk inovator yang lincah dan warga global yang berintegritas,” tegasnya.
APAIE 2026 merupakan konferensi dan pameran pendidikan internasional Asia Pasifik yang diselenggarakan pada 23–27 Februari 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Hong Kong.
Konferensi ini menarik sekitar 2.500 delegasi dari lebih dari 65 negara dan wilayah, terdiri atas pemimpin pendidikan tinggi, pembuat kebijakan, serta profesional industri pendidikan internasional.
Mengusung tema “Asia-Pacific Partnerships for the Global Good”, APAIE 2026 menekankan peran transformatif pendidikan tinggi internasional dalam membangun kemitraan global untuk kebaikan bersama.
Berbagai isu strategis dibahas, termasuk tren pendidikan lintas batas, penguatan kolaborasi riset, mobilitas mahasiswa, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Konferensi ini menghadirkan sesi pleno dan paralel, dialog antar pimpinan universitas dunia, pameran pendidikan internasional, lokakarya kebijakan investasi pendidikan, serta beragam forum jejaring yang mendorong kemitraan akademik dan penelitian antarnegara.
"Partisipasi kami dalam forum ini menegaskan komitmen Universitas Indonesia untuk terus memperluas jejaring internasional, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta berperan aktif dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi yang adaptif, berkelanjutan, dan berintegritas di kawasan Asia Pasifik maupun dunia," tandasnya. (JD 05/ ED 01).
