Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Other Pemerintahan Ekonomi
Bentuk Ketahanan Pangan Lokal, Remaja Jatijajar Kembangkan Urban Farming
JD09 - berita depok

72
Sabtu, 30 Agt 2025, 21:18 WIB

Urban Farming Remaja RT 03 RW 09 Kelurahan Jatijajar. (Foto : dok. Kelurahan Jatijajar).

berita.depok.go.id - Remaja di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mulai bergerak dalam bidang pertanian kota melalui program urban farming. 

Kegiatan ini berlangsung di RT 03 RW 09, yang juga termasuk wilayah Kampung Caraka Kelurahan Jatijajar.

Kasie Kemasyarakatan Kelurahan Jatijajar, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa urban farming remaja ini merupakan bagian dari rencana aksi perubahan yang Ia gagas.

“Urban farming ini menjadi bentuk edukasi sekaligus praktik pertanian. Dengan keterbatasan lahan di perkotaan, justru kita bisa memanfaatkannya untuk membentuk ketahanan pangan lokal,” ujarnya.

Fenomena anak muda yang mulai meninggalkan dunia pertanian juga menjadi perhatian. 

Melalui program ini, para remaja tidak hanya diedukasi tetapi juga diperkenalkan dengan inovasi digital untuk menarik minat mereka kembali bertani.

Selain itu, kegiatan urban farming di Jatijajar juga mendukung penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) menuju Utama yang tengah diverifikasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Maria menambahkan, program ini juga menghasilkan buku panduan urban farming remaja yang dapat menjadi pedoman kegiatan selanjutnya, sekaligus bisa diaplikasikan di wilayah RW lain di Kelurahan Jatijajar.

“Harapannya wilayah lain juga ikut tergerak, sehingga semakin banyak anak muda yang mencintai pertanian,” harapnya.

Urban Farming RT 03 RW 09 Kelurahan Jatijajar. (Foto : dok. Kelurahan Jatijajar).

Sementara itu Lurah Jatijajar, Mujahidin, menyampaikan apresiasinya terhadap aksi perubahan yang dilakukan.

 “Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Kasi Kemas Jatijajar, Maria Ulfah. Harapannya dengan inovasi urban farming ini anak-anak remaja di Kelurahan Jatijajar akan lebih kreatif, inovatif, dan mencintai lingkungan,” ucapnya.

Mujahidin menambahkan, kegiatan ini membawa sejumlah manfaat nyata, diantaranya, mendorong anak-anak remaja memiliki inisiatif menanam dan mengolah lahan di perkotaan.

Lalu, meningkatkan pemahaman generasi muda dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. 

Kemudian, menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

“Inovasi ini sangat baik di tengah kondisi anak-anak remaja zaman sekarang yang masih banyak kurang peduli dengan pertanian,” pungkasnya. (JD 09/ED 01).


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0