Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Wali Kota Ungkap Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Bukan dari Sekitar Depok

JD10 - berita depok
Minggu, 12 Mei 2024, 8:10 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo).

berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, bus rombongan SMK Lingga Kencana yang terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat buka berasal dari Kota Depok.

Seperti diketahui, bus pariwisata Trans Putera Fajar yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok berpelat nomor polisi (nopol) AD 7524 OG mengalami kecelakaan di kawasan wisata Jalan Ciater.

"Bus pariwisata ini kalau enggak salah bukan dari sekitar Depok, karena memang ini langganan mereka di perusahaan ini sudah ada MoU,” ucap Kiai Idris, sapaan Wali Kota Depok di SMK Lingga Kencana Depok, Minggu (12/05/24) pagi.

"Nanti Kepolisian yang akan mengidentifikasi semuanya," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, peristiwa kecelakaan bus pariwisata yg membawa pelajar ini menjadi bahan evaluasi agar lebih baik lagi ke depannya.

Menurutnya, perlu koordinasi dengan sekolah-sekolah di Kota Depok, karena ini juga terkait persoalan transportasi yang akan digunakan oleh para siswa untuk keperluan pariwisata.

“Masalah ke depan perlu koordinasi memang dengan sekolah-sekolah di Kota Depok karena ini juga terkait dengan masalah koordinasi dengan masalah transportasi,” ujarnya.

"Dan memang harus kolaborasinya tidak hanya Depok sendirian, tetapi harus sama-sama, pelajaran juga ini mungkin dievaluasi untuk pemerintah pusat, tentunya yang bisa mengoordinasi ini semuanya," ungkap Kiai Idris.

“Misalkan SOP setiap bus pariwisata harus lolos KIR atau diulang kembali KIR-nya sebelum berangkat, seperti itu, nah ini bisa dilakukan kalau memang ini dari pusat, karena ini kan lintas wilayah seperti itu,” jelasnya.

Kiai Idris mengungkapkan, usai pihaknya mendapatkan informasi adanya kecelakaan bus yang mengangkut para siswa asal daerahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok langsung memgirimkan armada ambulans dan mobil jenazah untuk diberangkatkan ke Subang.

“Setelah kita mendengarkan kecelakaan langsung kita kirim armada ambulans dan mobil jenazah yang ada sebanyak kira-kira 34 mobil jenazah dan mobil ambulans untuk diberangkatkan ke sana,” tutur Kiai Idris.

Dikatakannya, sebanyak 4 orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan khusus, karena mengalami patah tulang rusuk dan harus dilakukan bedah syaraf.

“Kalau yang luka berat yang memang harus dioperasi pada saat itu dilakukan tindakan di sana, kalau enggak salah 4 orang, selainnya luka sedang, luka ringan itu di bawah berangsur-angsur setelah mereka dipersiapkan dengan ambulans yang lebih lengkap peralatannya yang ada di ambulans seperti itu,” jelasnya.

“Sementara yang jenazah ini memang ada satu yang belum teridentifikasi, yang lainnya sudah proses pemulasaran, disana kalau sudah lengkap akan dibawa ke keluarga minta ke rumah masing-masing,” katanya.

“Tapi saya bilang selesaikan identifikasinya dan BAP-nya dengan kepolisian diserahkan kepada Polres yang memang Polres Kota Depok ke sana juga, dan nanti di sini diserahkan kepada keluarga dan tanda tangan bahwa jenazah sudah diterima oleh pihak keluarga,” jelas Kiai Idris.

“Sebab mereka tidak berkenan untuk dilakukan atau ditempatkan di RSUD, jadi langsung ke keluarga mereka,” tandasnya.

“Ya, setelah kita mendengarkan kecelakaan langsung kita kirim armada ambulans dan mobil jenazah yang ada sebanyak kira-kira 34 mobil jenazah dan mobil ambulans untuk diberangkatkan ke sana,” kata Kyai Idris, sapaan Wali Kota Depok, di SMK Lingga Kencana Depok, Minggu (12/05/2024) pagi.

Dirinya menuturkan, sebanyak 4 orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan khusus, karena mengalami patah tulang rusuk dan harus dilakukan bedah syaraf.

“Kalau yang luka berat yang memang harus dioperasi pada saat itu dilakukan tindakan di sana, kalau enggak salah 4 orang, selainnya luka sedang, luka ringan itu di bawah berangsur-angsur setelah mereka dipersiapkan dengan ambulans yang lebih lengkap peralatannya yang ada di ambulans seperti itu,” jelasnya.

“Sementara yang jenazah ini memang ada satu yang belum teridentifikasi, yang lainnya sudah proses pemulasaran, disana kalau sudah lengkap akan dibawa ke keluarga minta ke rumah masing-masing,” katanya.

“Tapi saya bilang selesaikan identifikasinya dan BAP-nya dengan kepolisian diserahkan kepada Polres yang memang Polres Kota Depok ke sana juga, dan nanti di sini diserahkan kepada keluarga dan tanda tangan bahwa jenazah sudah diterima oleh pihak keluarga,” jelas Kiai Idris.

“Sebab mereka tidak berkenan untuk dilakukan atau ditempatkan di RSUD, jadi langsung ke keluarga mereka,” tandasnya. (JD10/ED02)