Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Pemerintahan
Ustaz Das’ad Latif Puji Program Sekolah Swasta Gratis Depok, Berpihak ke Rakyat
JD10 - berita depok

24
Kamis, 23 Apr 2026, 13:27 WIB

Ulama nasional ustaz Das’ad Latif. (Foto: Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Ulama nasional ustaz Das’ad Latif mengapresiasi komitmen Wali Kota Depok Supian Suri yang memprioritaskan sektor pendidikan, salah satunya melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat serta sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan.

Dirinya mengaku terkesan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, tidak hanya untuk sekolah negeri tetapi juga sekolah swasta, termasuk pendidikan anak usia dini.

“Saya senang Pak Wali, dari sambutan tadi saya dengar prioritasnya pendidikan. Dan Islam itu memang memprioritaskan pendidikan,” tuturnya kepada berita.depok.go.id di Balai Kota Depok, Kamis (23/04/26).

Dia menuturkan, rencana menggratiskan pendidikan di sekolah swasta merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi.

“Bahkan saya dengar, insyaAllah bukan cuma di negeri yang gratis, swasta pun akan digratiskan. Bahkan tadi PAUD atau pendidikan usia dini juga digratiskan. Ini luar biasa,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan keberhasilan program tersebut juga membutuhkan dukungan dari unsur legislatif, khususnya DPRD sebagai mitra pemerintah dalam penganggaran.

Ia juga mengapresiasi keharmonisan yang terjalin antara eksekutif dan legislatif di Kota Depok. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan.

“Saya baru beberapa jam di sini, saya lihat DPRD dan wali kotanya akrab. Wali kota dan wakilnya juga akrab. Susah membangun negara, kabupaten, kota, kalau penyelenggara negaranya tidak akrab,” ungkapnya.

Keharmonisan tersebut dinilai mencerminkan adanya kesamaan visi dan misi dalam membangun daerah, sehingga kebijakan dapat berjalan lebih efektif.

“Biasanya ketidakakraban itu bermula dari ketidakcocokan visi-misi. Nah ini saya lihat bagus. InsyaAllah baik, kita doakan sangka baik kepada Allah,” tandasnya. (JD10/ED02)


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK