berita.depok.go.id - Langkah jauh dari Semarang ke Depok bukan halangan bagi Alim Ekowati (36). Demi kesembuhan sang buah hati, ia rela menempuh perjalanan panjang agar anaknya bisa menjalani operasi gratis di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok.
Alim datang bersama anaknya, Salma Rizqi Amadiyah (6), yang mengalami celah bibir dan langit-langit (CBL). Sang anak lebih dulu berangkat bersama neneknya dari Semarang menggunakan travel, sementara Alim menyusul dari tempat kerjanya di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat.
“Anak saya ke sini sama neneknya dari Semarang naik travel. Saya kerja di Jakarta, jadi menyusul ke sini,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (17/04/26).
Sejak Kamis, mereka sudah berada di RSUD ASA Depok untuk menjalani proses skrining kesehatan sebelum tindakan operasi bibir sumbing dan langit-langit. Selama menunggu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan fasilitas kamar untuk beristirahat.
Bagi Alim, program operasi gratis ini sangat berarti. Selain karena keterbatasan ekonomi, ia juga ingin anaknya tumbuh percaya diri tanpa bayang-bayang perundungan.
“Sangat dibutuhkan sekali buat kami yang kurang mampu. Apalagi sekarang zaman seperti ini, saya khawatir anak saya ke depannya kena bully. Jadi saya usahakan supaya bisa cepat normal seperti teman-temannya,” tuturnya.
Perjuangan Salma pun tidak singkat. Operasi di Depok ini merupakan yang ketiga kalinya.
Sebelumnya, ia telah menjalani operasi pertama saat usia lima bulan di RS Panti Wilasa Citarum. Kemudian operasi kedua di Temanggung untuk bagian langit-langit.
“Sekarang ini operasi ketiga, revisi hidung dulu. Nanti masih ada lagi, seperti cangkok gusi dan revisi bibir,” jelas Alim.
Meski prosesnya panjang dan bertahap, ia tetap bersyukur karena bisa mendapatkan bantuan tanpa kendala, termasuk dari sisi administrasi. “Alhamdulillah, tidak ada yang dipersulit. Biayanya juga gratis untuk operasinya,” katanya.
Di momen ulang tahun ke-27 Kota Depok, Alim berharap program seperti ini terus berlanjut dan bisa membantu lebih banyak masyarakat dari berbagai daerah
“Semoga program-program seperti ini selalu ada, sangat membantu kami yang membutuhkan. Buat Kota Depok, semoga semakin maju dan sukses,” ucapnya penuh harap.
Kisah Alim menjadi potret bahwa layanan kesehatan yang inklusif tidak hanya dirasakan warga lokal, tetapi juga mampu menjangkau mereka yang datang dari jauh, membawa harapan baru, tanpa batas jarak. (JD09/ED 01).
