berita.depok.go.id - Aparatur Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, menggelar pertemuan dengan para ketua lingkungan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan pembangunan tahun 2026 serta perencanaan 2027 melalui Dana Kelurahan Berbasis RW.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Depok, Haryanto, menyampaikan kegiatan pembangunan wilayah pada 2026 dijadwalkan mulai berjalan pada Februari mendatang. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah operasional Posyandu yang dialokasikan per triwulan.
“Untuk kegiatan lainnya, seluruh RW sudah harus menyiapkan proposal usulan. Setiap RW diminta menyusun program kerja selama satu tahun dan mengajukannya ke kelurahan sesuai dengan bulan pelaksanaan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Senin (19/01/26).
Ia menjelaskan, kegiatan yang didanai melalui Dana Kelurahan Berbasis RW meliputi operasional Posyandu dan wisata keberagaman sebagai menu wajib.
Sementara itu, menu kegiatan pilihan mencakup pembangunan drainase, rumah maggot, bank sampah, sumur resapan, septictank, CCTV, Taman RW, serta sarana dan prasarana olahraga.
Selain itu, program juga mencakup penguatan jalan permukiman atau perumahan, sarana prasarana transportasi, rehabilitasi atau pembangunan Posyandu, penyediaan mobil siaga, dan kegiatan pendukung lainnya.
Untuk persiapan 2027, para RW mengajukan sejumlah usulan seperti penguatan pemilahan sampah, penghijauan, pembentukan dan pembinaan Kampung Proklim, operasional Posyandu, insentif kader Posyandu, pengembangan kreativitas kepemudaan, wisata keberagaman, Kampung Cabai, serta insentif RW.
“Sisanya merupakan menu pilihan yang disusun berdasarkan skala prioritas dan dilampirkan dalam formulir Eks 3. Apabila usulan pada Eks 3 melebihi pagu anggaran Rp300 juta, maka dilampirkan dalam Eks 4 untuk diusulkan ke dinas atau DPRD,” jelas Haryanto.
Sementara itu, Lurah Depok, Herman, mengapresiasi pertemuan tersebut serta menyemangati seluruh pemangku wilayah agar pelaksanaan kegiatan 2026 berjalan optimal.
Ia juga menegaskan mulai tahun ini Ketua RW merangkap sebagai Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) selaku pelaksana kegiatan di masing-masing wilayah.
“Pada Maret nanti dana Rp300 juta siap dicairkan dan pembangunan fisik direncanakan mulai sekitar Juni,” tutupnya. (JD 05/ED 02)
