berita.depok.go.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan survei lapangan untuk pengembangan jaringan Closed Circuit Television (CCTV) di berbagai titik strategis di Kota Depok. Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), PLN, serta vendor penyedia CCTV.
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari mengatakan, pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan dan verifikasi terhadap titik-titik yang akan dipasang CCTV.
“Kami bersama stakeholder terkait melaksanakan survei langsung untuk melihat jangkauan CCTV serta kesiapan kelistrikannya untuk penyambungan, sehingga kami meninjau 36 titik pemasangan yang telah direncanakan,” ujar AKP Elly kepada berita.depok.go.id, Sabtu (06/06/26).
Menurutnya, pemasangan CCTV merupakan salah satu inovasi yang digagas Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, guna meningkatkan efektivitas pengawasan situasi keamanan sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas (lalin) di Kota Depok.
Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi pemasangan kamera pengawas, termasuk jangkauan pemantauan dan ketersediaan infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pemantauan arus lalin di wilayah Kota Depok.
“Melalui pemasangan CCTV ini, kami ingin memperluas cakupan pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun titik-titik kemacetan di Kota Depok. Selain itu, keberadaan CCTV juga akan membantu proses penyelidikan apabila terjadi suatu peristiwa di lokasi yang terpantau,” jelasnya.
AKP Elly Padiansari menambahkan, titik-titik yang menjadi prioritas pemasangan CCTV berada di sejumlah kawasan strategis yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi. Lokasi tersebut meliputi pusat keramaian, persimpangan jalan utama, kawasan rawan kemacetan, hingga wilayah yang pernah mengalami gangguan keamanan seperti aksi tawuran.
“Beberapa titik yang kami survei berada di pusat keramaian kota, kawasan yang pernah terjadi gangguan kamtibmas, hingga lokasi yang sering mengalami kepadatan lalin. Dengan adanya CCTV, kami berharap pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal dan respons terhadap berbagai kejadian bisa lebih cepat,” tambahnya.
Selain berfungsi sebagai alat pemantau lalin, CCTV juga diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas. Keberadaan kamera pengawas dinilai mampu meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memudahkan aparat dalam melakukan penelusuran dan pengumpulan bukti ketika terjadi pelanggaran hukum maupun insiden tertentu.
Ia pun berharap sistem CCTV yang nantinya terintegrasi dengan Dishub dan Diskominfo Depok dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya sistem pengawasan kota yang modern dan responsif.
“Ke depan, kami berharap dapat berkolaborasi secara maksimal dengan seluruh pihak terkait sehingga penanganan kejadian di lapangan menjadi lebih cepat dan tepat. Selain membantu proses penegakan hukum, CCTV juga berfungsi sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana maupun gangguan keamanan lainnya,” tandasnya.
Penulis : Muhammad Fajar R
Editor : Retno Yulianti
