berita.depok.go.id - Suasana berbeda terlihat dalam pelatihan budidaya tanaman di RW 12 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan. Puluhan warga tampak memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam bayam brazil.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok dalam upaya mendorong ketahanan pangan keluarga di lingkungan masyarakat.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKP3 Kota Depok, Hikmah Yudawati menjelaskan, bayam brazil dipilih karena mudah dibudidayakan dan cocok ditanam di lahan terbatas.
“Cukup menggunakan metode stek batang sepanjang 5–10 sentimeter, kemudian ditancapkan ke media tanam. Perawatannya sederhana dan bisa dilakukan di pekarangan rumah,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, di sela-sela pelatihan, Jumat (10/04/26).
Menurutnya, penggunaan galon bekas menjadi solusi kreatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mudah diterapkan oleh warga.
“Selain memanfaatkan barang bekas, metode ini juga membantu masyarakat tetap bisa menanam meski memiliki keterbatasan lahan,” tambahnya.
Ia menuturkan, bayam brazil memiliki masa panen yang relatif cepat, yakni sekitar dua minggu setelah tanam, sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.
Salah satu peserta, Kartini Sarmili (73), mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai praktik yang diberikan mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan di rumah.
“Selain mengisi waktu luang, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi tidak perlu sering membeli sayur,” ungkapnya.
Sebagai informasi, RW 12 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, merupakan lokasi program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Citra Indah Yulianti, Lurah Pengasinan Arie Andriana, Ketua TP PKK Kecamatan Sawangan dan Pengasinan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (JD 05/ED 02)
