berita.depok.go.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok bersama Satgas Densus 88 Anti Teror dan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) memulai misi pencegahan masuknya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET) di tingkat satuan pendidikan SMP dan SMA Negeri.
Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin mengatakan, pencegahan paham radikalisme bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kolektif warga Negara Indonesia.
Sebab, anak-anak adalah sasaran rentan yang harus dilindungi dari penyimpangan ideologi.
“Wawasan kebangsaan kami rasakan sangat-sangat perlu untuk ditekankan kembali ke anak-anak remaja, kalau bukan kita (semua elemen) siapa lagi yang harus menjaga mereka agar terhindar dari paham ideologi yang berbahaya,” jelasnya kepada berita.depok.go.id, Senin (11/05/26).
Dudi mengungkapkan, zaman sekarang penyebaran konten negatif mulai menyusup melalui sarana hiburan anak muda, seperti media sosial dan game online.
Hal ini sangat sulit untuk dideteksi karena sifatnya tak kasat mata dan menyerang secara personal.
“Melalui sosialisasi yang menekankan penguatan wawasan kebangsaan ini diharapkan pelajar semakin menguatkan cintanya terhadap tanah air,” tandas Dudi. (JD 05/ED 01).
