berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memberangkatkan putra daerah untuk magang ke Jepang sebagai bagian dari program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Japan Indonesian Economic Center (JIAEC), dua peserta asal Depok dijadwalkan berangkat pada 22 Februari 2026 untuk mengikuti program pemagangan di Jepang.
Keduanya adalah Mochamad Alfa Rizki dari SMK Negeri 2 Depok, warga Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, serta Adhitiya Ikhwal Madani dari SMK Perwira Bangsa, warga Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.
Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan bantuan biaya pelatihan dan keberangkatan sebesar Rp10 juta serta uang saku pelatihan Rp4 juta selama mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang.
Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 160 peserta telah mengikuti pelatihan dan akan diberangkatkan secara bertahap sepanjang 2026.
Wali Kota Depok, Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada LPK JIAEC atas kemitraan yang terjalin dengan Pemkot Depok.
“Hadir bersama kita dari LPK JIAEC, terima kasih. Tepuk tangan juga buat LPK JIAEC yang bermitra dengan Pemerintah Kota Depok, bagaimana menyiapkan anak-anak kita yang berkenan untuk coba belajar magang di luar negeri,” ujar Supian Suri.
Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman budaya dan kehidupan di Jepang agar mampu beradaptasi dengan baik.
“Diajarin mulai dari belajarnya, bahasa Jepangnya, budaya orang Jepangnya, kehidupan di Jepangnya. Sehingga diharapkan dengan persiapan dari awal, anak-anak kita sudah setidaknya bisa beradaptasi,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi peserta magang di luar negeri bukan hanya soal bahasa, tetapi juga perbedaan budaya.
“Karena salah satu hal yang menyebabkan banyak yang nggak betah, nggak kuat, bukan cuma nggak bisa bahasa. Kemampuan bahasa bisa cepat dipelajari. Tapi budaya itu yang kadang-kadang juga nggak mudah untuk bisa beradaptasi,” pungkas Supian Suri. (JD 09/ED 01)
