berita.depok.go.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca di Arab Saudi yang saat ini cenderung lebih dingin.
Kepala Kementerian Haji Kota Depok, Fauzan, mengatakan berdasarkan informasi dari jemaah yang baru pulang umrah, suhu di Arab Saudi sedang memasuki musim dingin.
“Kalau kondisi cuaca, dari informasi masyarakat yang baru pulang umrah, situasinya memang dingin, sudah masuk musim dingin,” ujarnya, kepada berita.depok.go.id, Sabtu (25/04/27).
Terkait kondisi kesehatan calon jemaah haji asal Depok, ia menyebut secara umum dalam keadaan baik.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga stamina sejak jauh-jauh hari.
“Kesehatan alhamdulillah, tapi kita berharap seluruh jemaah yang belum berangkat bisa memperhatikan kesehatan. Banyak menggunakan waktu untuk istirahat maksimal,” katanya.
Ia mengingatkan, perjalanan haji memerlukan kondisi fisik yang prima, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
“Agar dalam penyelenggaraan haji, dari berangkat sampai pulang, mereka bisa dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Fauzan juga menyoroti adanya jemaah lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus.
Menurutnya, setiap kelompok terbang (kloter) telah menyiapkan tim kesehatan untuk melakukan pendampingan.
“Untuk jemaah lanjut usia, dalam setiap kloter ada mitigasi dari tim kesehatan. Jemaah yang berisiko tinggi atau butuh penanganan khusus akan didampingi secara maksimal,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah tanpa memperhatikan kondisi fisik, mengingat waktu tunggu menuju puncak ibadah haji cukup panjang.
“Jangan mengoptimalkan ibadah terlalu banyak tapi tidak memperhatikan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau calon jemaah untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari segi kesehatan maupun kebutuhan lainnya, serta tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi.
“Saya berharap jemaah tetap tenang, monitor informasi, jangan sampai tertinggal informasi. Kalau pun tertinggal, jangan panik, karena kepanikan justru bisa menurunkan kualitas kesehatan,” pungkasnya. (JD09/ED 01).
