berita.depok.go.id - Keceriaan mewarnai rangkaian kegiatan peluncuran Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok di Depok Open Space.
Setelah penampilan seni tari, suasana kembali semarak dengan fashion show batik yang dibawakan peserta didik PKBM Spektrum Milenial. Para peserta didik tampil percaya diri memperagakan busana batik hasil karya mereka sendiri.
Empat peserta didik yang tampil dalam peragaan busana tersebut adalah Risfa, Hafidz, Itsnain Masturo, dan Alya. Mereka merupakan anak dengan disabilitas intelektual (tunagrahita) yang menunjukkan keberanian serta kemampuan tampil di hadapan publik.
Mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Setara dalam Berkarya, Inklusif untuk Semua”, penampilan ini menjadi ruang ekspresi bagi para peserta didik untuk menunjukkan kreativitas sekaligus potensi diri.
Pembina PKBM Spektrum Milenial, Junaidi, menjelaskan bahwa batik yang digunakan dalam fashion show merupakan hasil karya peserta didik yang dibuat melalui proses pembelajaran rutin di sekolah.
“Batik ini mereka buat sendiri sebagai bagian dari kegiatan rutin. Kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan hidup atau life skill,” ujarnya.
PKBM Spektrum Milenial yang berdiri sejak 2010 di Kecamatan Sukmajaya, tepatnya di Perumahan Griya Lembah Depok, memiliki fokus pendidikan berbasis keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Selain membatik, peserta didik juga dibekali keterampilan lain seperti pengolahan makanan dan minuman serta kemampuan bersosialisasi.
Junaidi menambahkan, kegiatan latihan dilakukan secara rutin agar peserta didik terbiasa tampil di depan umum.
“Peserta didik sudah terbiasa karena rutin latihan. Bahkan mereka pernah menjadi narasumber membatik di Museum Batik Indonesia dan Anjungan Jawa Barat untuk mahasiswa internasional,” jelasnya.
Salah satu peserta didik PKBM Spektrum Milenial, Itsnain Masturo, tampil mengenakan batik bermotif khas Depok seperti Gong Si Bolong dan Belimbing Dewa. Ia mengaku senang dapat tampil di panggung acara tersebut.
“Rasanya enak, sudah biasa saja, dibawa enjoy,” ujarnya.
Ia juga menambahkan rasa bangganya bisa ikut tampil dalam kegiatan tersebut.
“Senang bisa tampil dan menunjukkan batik buatan sendiri,” ungkap Itsnain.
Penampilan fashion show ini tidak hanya menampilkan karya busana, tetapi juga menggambarkan proses panjang penuh ketekunan, kreativitas, dan keberanian. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan tampil percaya diri.
Fashion show batik ini menjadi salah satu penampilan yang menghibur sekaligus menginspirasi, serta memperkuat pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan dalam membangun Kota Depok yang inklusif. (JD03/ED02)
