Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Other Pemerintahan Ekonomi
Jangan Tutup Data! Wali Kota Depok Minta Pelaku Usaha Terbuka di Sensus Ekonomi 2026
JD09 - berita depok

156
Kamis, 2 Apr 2026, 23:35 WIB

Wali Kota Depok, Supian Suri memimpin Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Groundcheking PBI Tahap 2 di Ruang Edelwis, Lantai 5, Balai Kota Depok, Kamis (03/04/26). (Foto : Diskominfo Depok).

berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Supian Suri, mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Depok untuk terbuka dalam memberikan data saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, keterbukaan pelaku usaha sangat penting untuk menghasilkan data yang akurat, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Depok, khususnya para pelaku usaha, untuk membuka diri, membangun komunikasi, serta menyampaikan data dan informasi terkait usahanya masing-masing. Ini untuk kebaikan bersama, termasuk kebaikan para pelaku usaha,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (02/04/26).

Ia menjelaskan, sensus ini bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha, mulai dari skala besar hingga usaha rumah tangga.

“Kita ingin mendata seberapa besar jumlah pelaku usaha yang ada di Kota Depok, dari usaha besar sampai usaha rumah tangga. Ini tentunya dengan dukungan semua pihak, baik RT-RW maupun para pelaku usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati menegaskan, keterbukaan pelaku usaha menjadi faktor krusial dalam keberhasilan sensus ekonomi.

“Wah itu sangat penting. Bayangkan target 8 persen itu akan kita dapat dari semua data pelaku usaha. Kalau mereka tidak terbuka, maka data yang kita peroleh juga tidak akan clear,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa data yang diberikan pelaku usaha dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan di luar kepentingan statistik.

“Data itu kami jamin kerahasiaannya. Tidak terhubung dengan apa pun. Ini murni untuk kebutuhan statistik,” tegasnya.


Potensi UMKM dan Ekonomi Digital

Margaretha juga menyoroti besarnya potensi UMKM, termasuk sektor informal dan digital yang terus berkembang di Kota Depok.

“UMKM informal saat ini sudah banyak, khususnya di Kota Depok, termasuk yang bergerak di dunia digital,” katanya.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi momentum penting untuk memetakan struktur ekonomi, baik di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Ini merupakan hajat nasional, di mana kita akan mendapatkan struktur ekonomi secara nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Termasuk nanti struktur ekonomi Kota Depok akan terlihat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Jawa Barat menargetkan pendataan sekitar 5,5 juta pelaku usaha, termasuk yang ada di Kota Depok.

“Kota Depok punya potensi besar, seperti sektor transportasi yang tumbuh cukup kuat, serta sektor makan minum seperti kafe yang juga berkembang pesat,” ungkapnya.

Dengan data yang akurat, pemerintah diharapkan dapat melihat peluang pengembangan ekonomi ke depan dan mendorong pertumbuhan hingga mencapai target nasional.

“Kita akan lihat hasil sensus ini seperti apa situasinya, sehingga peluang ke depan bisa dimaksimalkan dan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” tutupnya. (JD09/ED 01) 


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK