berita.depok.go.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengingatkan pentingnya Kartu Nusuk sebagai identitas resmi jemaah haji selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Kartu ini menjadi dokumen wajib yang harus selalu dibawa oleh setiap jemaah.
Kepala Kantor Kemenhaj Depok, Fauzan, menjelaskan bahwa Kartu Nusuk akan dibagikan kepada jemaah di asrama haji sebelum keberangkatan.
“Kartu Nusuk nanti dibagikan di asrama haji. Kemarin di tiap embarkasi, khususnya Jawa Barat seperti embarkasi Jakarta-Bekasi dan Kertajati, itu sudah diuji coba dan prosesnya cukup singkat,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Sabtu (25/04/26).
Ia menerangkan, Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang dilengkapi barcode atau QR code berisi data lengkap jemaah, mulai dari paspor, visa, hingga lokasi hotel.
“Kartu ini menjadi akses utama. Wajib dibawa setiap saat untuk masuk ke Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.
Selain sebagai identitas, Kartu Nusuk juga berfungsi untuk memastikan bahwa hanya jemaah dengan visa resmi yang dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji.
“Ini juga untuk menyeleksi jemaah, memastikan hanya yang memiliki visa haji resmi yang bisa beribadah,” tambahnya.
Proses aktivasi kartu dilakukan melalui pengambilan foto jemaah menggunakan perangkat khusus, sehingga data yang tersimpan terverifikasi secara langsung.
Fauzan menegaskan, keberadaan Kartu Nusuk sangat krusial, bahkan diperlakukan setara dengan paspor selama berada di Tanah Suci.
“Jadi jemaah harus selalu mengenakan kartu ini setiap keluar dari hotel atau saat melakukan pergerakan ibadah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, jika kartu tersebut hilang, jemaah dapat segera menghubungi call center resmi atau mendatangi pusat layanan Nusuk.
“Kalau hilang, bisa hubungi call center 1966 atau datang ke Nusuk Care Center,” pungkasnya. (JD09/ED 01).
