Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News
Dishub Depok Siapkan Strategi Atasi Kemacetan dan Perkuat Angkutan Umum di 2027
JD 03 - berita depok

78
Sabtu, 28 Feb 2026, 20:26 WIB

Forum Rencana Kerja (Renja) Dishub Kota Depok. (Foto: Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menyiapkan strategi komprehensif pada tahun 2027 untuk membenahi kemacetan sekaligus memperkuat sistem angkutan umum. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan daya saing daerah menuju visi “Bersama Depok Maju” sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Zamrowi, menegaskan bahwa sektor transportasi memegang peran penting dalam mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Transportasi yang efisien dan berkeselamatan akan mempercepat mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi. Ini bagian penting dari peningkatan daya saing Kota Depok,” ujarnya dalam Forum OPD Dishub Kota Depok Tahun 2026.

Pada 2027, Dishub menargetkan rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C Ratio) turun menjadi 0,69 serta kecepatan rata-rata kendaraan meningkat menjadi 35,2 kilometer per jam. Selain itu, Indeks Reformasi Birokrasi ditargetkan mencapai angka 63 sebagai bagian dari transformasi tata kelola layanan publik.

Untuk mengurai kemacetan, intervensi akan dilakukan di sejumlah simpang prioritas. Di Simpang Pasar Pucung dan Simpang Arido, Dishub akan melakukan pemasangan perlengkapan jalan, rekayasa lalu lintas, penertiban pedagang kaki lima dan utilitas, perbaikan geometrik simpang, pelebaran jalan dari 5,5 meter menjadi 14 meter, serta pemasangan traffic light.

Penanganan juga dilakukan di tiga simpang wilayah Sukmajaya, yakni Simpang Al-Huda, Simpang KSU, dan Simpang Raden Saleh. Di titik tersebut akan dilaksanakan perbaikan geometrik, pelebaran jalan, pembebasan lahan sekitar 2.974 meter persegi, serta pemasangan traffic light terkoordinasi.

“Penanganan simpang ini kami prioritaskan karena menjadi titik kepadatan utama. Dengan rekayasa yang tepat, arus lalu lintas bisa lebih lancar dan aman,” jelasnya.

Di sisi angkutan umum, Dishub mempercepat pengembangan Simpul Transportasi Pondok Rajeg sebagai pusat integrasi moda. Kebutuhan lahan park and ride pada 2023 sebesar 1.037,1 meter persegi dan diproyeksikan meningkat menjadi 4.638,7 meter persegi pada 2041. Total kebutuhan lahan terminal penumpang dan park and ride mencapai 7.554 meter persegi, dengan alternatif lahan kosong sekitar 58.078 meter persegi.

Pengembangan ini dilakukan seiring rencana peningkatan frekuensi KRL menjadi 30 menit sekali serta penataan ulang trayek angkutan agar terintegrasi.

Selain itu, Terminal Sawangan akan direvitalisasi melalui revisi Detail Engineering Design (DED) dan penataan fasilitas. Saat ini luas lahan terminal 6.344 meter persegi, namun 3.600 meter persegi telah terbangun menjadi Pasar Sawangan sehingga tersisa 2.744 meter persegi untuk fungsi terminal. Dengan operasional 12 unit Transjakarta, enam unit JRC, lima unit JAC, dan rencana tambahan 15 unit Teman Bus, diperlukan penambahan lajur bus, ruang tunggu yang nyaman, kantor petugas, serta akses masuk terpisah dari area pasar.

Keberhasilan koridor Teman Bus–Trans Depok rute Terminal Depok–Stasiun LRT Harjamukti dengan 15 armada, panjang lintasan 34 kilometer, 44 titik pemberhentian, dan 5.900 penumpang per hari menjadi pijakan pengembangan layanan lanjutan. Dishub menargetkan jangkauan layanan angkutan umum mencapai 35 persen melalui penambahan koridor dan re-routing angkutan kota sebagai feeder.

Dalam mendukung operasional, Dishub juga akan menambah motor patroli, motor Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga unit mobil derek guna mempercepat penanganan gangguan lalu lintas.

Pada aspek infrastruktur pendukung, dari total 21.002 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Depok, sebanyak 8.744 unit telah menggunakan LED dan 12.258 masih non-LED. Tahun 2027 akan dilakukan rehabilitasi jaringan, penggantian lampu ke LED, serta pemasangan PJU baru di titik yang belum terlayani.

Dishub juga menyiapkan pengadaan perlengkapan pengujian kendaraan listrik beserta pelatihan teknis bagi petugas sebagai bagian dari adaptasi transportasi ramah lingkungan.

“Kami ingin sistem transportasi Depok semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi keselamatan. Semua program ini diarahkan untuk mendukung Depok Maju,” tutup Zamrowi.

Dengan strategi tersebut, Dishub optimistis pembenahan kemacetan dan penguatan angkutan umum pada 2027 dapat berjalan optimal serta meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat Kota Depok. (JD 03/ED 02)


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK