Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Pemerintahan
Dari Keraguan Jadi Harapan, SMP Gelora Buka Akses Pendidikan Lewat Program RSSG Depok
JD10 - berita depok

33
Selasa, 26 Mei 2026, 14:39 WIB

Gedung SMP Gelora. (Foto: Diskominfo Depok)

berita.depok.go.id - Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang terjangkau, SMP Gelora memilih mengambil langkah berbeda. Sekolah swasta yang telah berdiri sejak 1984 itu kini menjadi bagian dari Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) Kota Depok, bukan sekadar untuk menambah jumlah siswa, tetapi sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yang terancam putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Bagi Kepala SMP Gelora, Udin Saefullah, program RSSG bukan hanya kebijakan pendidikan biasa. Program tersebut menjadi jawaban atas keresahan banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya, tetapi terbentur kondisi ekonomi.

“Sebenarnya berangkat dari keraguan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya ke SMP Gelora. Di luar sana ada anggapan bahwa Gelora merupakan sekolah yang mahal. Padahal kami ingin menjelaskan bahwa tidak ada yang mahal untuk pendidikan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (26/05/26).

Keputusan bergabung dalam RSSG lahir dari keprihatinan yayasan setelah melihat masih ada anak-anak di sekitar lingkungan sekolah yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Bagi pihak sekolah, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Terlebih, pendidikan menjadi hak setiap anak sekaligus bagian dari program wajib belajar yang harus dijaga bersama.

“Melihat masih ada anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi menjadi perhatian kami. Akhirnya yayasan membuka ruang bagi warga yang mungkin tidak diterima di sekolah negeri dan memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.

Semangat membantu masyarakat itu juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Yayasan, H Acep. Sosok yang dikenal sebagai tokoh pendidikan di wilayah Grogol tersebut disebut langsung merespons positif ketika Pemerintah Kota Depok membuka program RSSG.

“Pak H Acep melihat banyak warga yang membutuhkan akses pendidikan. Karena itu ketika Pemerintah Kota Depok membuka program RSSG, yayasan langsung merespons dan siap berpartisipasi,” jelas Udin.

Sebagai sekolah pertama yang berdiri di bawah naungan yayasan, SMP Gelora memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan di wilayah tersebut. Sekolah ini bahkan menjadi cikal bakal lahirnya unit-unit pendidikan lain yang kini berkembang.

“Di yayasan kami ada dua SMP, yaitu SMP Islam Gama Al Fatih dan SMP Gelora. SMP Gelora merupakan sekolah pertama yang berdiri pada tahun 1984. Bahkan saya sendiri merupakan alumni SMP Gelora, begitu juga Ketua Yayasan saat ini,” ungkapnya.

Meski dikenal luas sebagai salah satu sekolah swasta ternama di wilayah Grogol, SMP Gelora tidak ragu membuka pintu bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui program sekolah gratis.

Antusiasme masyarakat terhadap program RSSG pun terlihat tinggi. Pada pelaksanaan tahun pertama, SMP Gelora sebenarnya siap menerima hingga 280 siswa. Namun, setelah dilakukan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Depok, jumlah penerimaan disesuaikan agar distribusi siswa ke sekolah RSSG lain tetap merata.

“Tahun ini kami diberikan kuota 247 siswa dari Dinas Pendidikan. Awalnya kami siap menerima sekitar 280 siswa. Namun setelah pembahasan bersama Dinas Pendidikan, kuota disesuaikan karena ada sekolah lain yang jumlah siswanya masih sedikit,” terang Udin.

Jumlah tersebut sempat mencapai 252 siswa. Namun beberapa calon peserta didik akhirnya memilih pindah ke sekolah negeri setelah dinyatakan diterima.

“Awalnya ada 252 siswa yang masuk. Tetapi ada beberapa yang kemudian diterima di SMP negeri sehingga jumlah akhirnya menjadi 247 siswa,” katanya.

Bagi SMP Gelora, program RSSG bukan sekadar soal kuota atau jumlah peserta didik. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata sekolah swasta dalam membantu pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Alasan utama kami sederhana, yaitu melihat masih banyak anak yang ingin sekolah tetapi terkendala biaya. Karena itu yayasan memutuskan membuka kesempatan melalui program RSSG agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Fajar R

Editor: Retno Yulianti


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0
Menuju Porprov Jabar 2026
200 HARI
00 : 00 : 00
JAM MENIT DETIK