berita.depok.go.id - Wabah Campak kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Penyakit Ini menular sangat cepat dan berbahaya, terutama bagi anak anak yang belum melakukan imunisasi lengkap.
Campak menyebar melalui droplet di udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya ditandai dengan demam tinggi disertai ruam kemerahan di kulit yang disebabkan oleh virus campak (Morbilivirus).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Mayori mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan sejumlah pencegahan dalam menghindari wabah campak tersebut. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir seta menerapkan etika batuk dan bersin.
"Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker jika sudah merasakan tanda gejala awal penyakit campak,," jelasnya kepada berita.depok.go.id, Sabtu (14/03/26).
Dikatakan Devi, masyarakat juga perlu mengecek status imunisasi campak sesuai jadwal imunisasi yaitu, imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD. Dalam hal ini, jika imunisasi campak belum lengkap dapat melakukan imunisasi kejar di Posyandu.
Lebih lanjut, Devi menegaskan kepada masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam dan ruam. Selain itu juga melakukan isolasi mandiri jika didiagnosis suspek campak.
"Mudah-mudahan kita semua terhindar dari penyakit berbahaya ini. Tetap waspada jaga kesehatan, jaga kebersihan serta imunisasi rutin menjadi langkah utama pencegahan campak," pungkasnya. (MGG Dinda/JD 02/ED 01).
