berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Supian Suri memperkenalkan Senam Paricara Dharma sebagai identitas baru olahraga masyarakat Kota Depok yang sarat makna filosofi pengabdian dan kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok di Aula Lantai 2 Bank BJB Cabang Depok, Senin (25/05/26).
Supian Suri menjelaskan, nama Paricara Dharma diambil dari semboyan Kota Depok yang diwariskan para pendiri kota.
“Paricara artinya abdi, pengabdi, pelayan. Dharma adalah kebaikan, kebenaran, kehadiran,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh komunitas dan induk organisasi olahraga (Inorga) yang tergabung dalam KORMI merupakan orang-orang yang memiliki semangat pengabdian untuk masyarakat.
“Saya sangat meyakini bapak ibu yang hadir ini adalah orang-orang yang berdharma, yang mengabdi untuk kebaikan,” katanya.
Karena itu, Senam Paricara Dharma dibuat sebagai pemersatu seluruh Inorga di Kota Depok.
Supian Suri menilai, jika hanya menggunakan salah satu jenis senam milik Inorga tertentu, dikhawatirkan muncul rasa kecemburuan antar komunitas olahraga.
“Kita ingin mempersatukan seluruh Inorga dalam satu ikatan Senam Paricara Dharma,” jelasnya.
Ia menambahkan, senam bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi memiliki banyak nilai positif di dalamnya.
“Kelihatannya sederhana, senam doang. Tapi banyak sekali makna yang kita dapat. Pertama silaturahim, kedua sehat, ketiga kegembiraan,” tuturnya.
Menurut Supian Suri, budaya hidup sehat menjadi salah satu kunci kemajuan Kota Depok.
Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mendukung KORMI untuk menghidupkan budaya olahraga di tengah masyarakat.
“Kita ingin masyarakat benar-benar berperilaku hidup sehat. Salah satunya aktif dalam kegiatan olahraga termasuk senam,” katanya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Depok, Setiawan Witjaksana mengatakan Senam Paricara Dharma juga mengangkat unsur budaya khas Kota Depok.
Di dalamnya terdapat perpaduan gerakan seni tradisional hingga musik etnis lokal.
“Ada tari Topeng Cisalak, musik Gong Si Bolong, dan perpaduan unsur budaya lainnya yang ada di Kota Depok,” ungkapnya.
Menurut Setiawan, unsur keberagaman budaya sengaja dimasukkan ke dalam konsep senam tersebut sebagai simbol ruang kebersamaan masyarakat Depok.
“Kami akan terus menyosialisasikan Senam Paricara Dharma melalui kegiatan di sekolah, kelurahan, kecamatan, hingga komunitas-komunitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan setiap kegiatan senam KORMI akan diawali dengan Senam Paricara Dharma sebelum memasuki senam dari masing-masing Inorga.
Penulis : Zaid A
Editor : Yanu
