Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Bang Imam Sampaikan Konsep Depok sebagai Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

JD 08 - berita depok
Senin, 10 Juni 2024, 10:36 WIB
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono memberikan arahan pada kegiatan apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Halaman Balai Kota Depok, Senin (10/06/24) pagi. (Foto:Humas dan Protokol)

berita.depok.go.id - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono atau IBH menjadi pembina apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Halaman Balai Kota Depok, Senin (10/06/24) pagi.

Terdapat beberapa pesan yang disampaikan, salah satunya mengenai konsep Kota Depok sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

“Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yaitu Maju, Berbudaya dan Sejahtera akan segera berakhir, seiring dengan berakhirnya RPJPD. RPJPD 2005-2025 dengan visinya Depok sebagai kota niaga dan jasa yang berwawasan lingkungan dan religius akan berganti konsep menjadi Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan,” kata Wakil Wali Kota Depok, di sela-sela Apel Pagi ASN Pemkot Depok tersebut.

Bang Imam, sapaan akrabnya, menyebut, konsep tersebut mengacu pada aturan dari Pemerintah Pusat. Di mana, desa-desa yang ada saat ini akan berkembang dan tumbuh, sehingga memunculkan kota-kota baru.

“Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Balikpapan kemarin, Presiden RI melalui Mendagri mengutarakan konsep yang harus diusung oleh pimpinan daerah, seperti, green city, smart city dan frendly city,” terangnya.

“Green city seperti menjadikan kota yang hijau, smart city menjadikan kota dengan teknologi yang berkembang dan friendy city, yaitu kota yang bersahabat dengan pelayanan prima ke masyarakat,” tambahnya. 

Untuk itu, Bang imam meminta kepada seluruh ASN agar dapat mewujudkan kota yang dimaksud. Salah satunya dengan turut memberi masukan terhadap program yang berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat.

“Perangkat Daerah diminta untuk memberikan masukan dan isu strategis. Baik terkait kemacetan, banjir kesehatan dan lain sebagainya," tambahnya.

"Camat dan Lurah agar segera melakukan evaluasi dan membentuk tim yang kuat, serta solid dalam merealisasikan anggaran dan kebijakan yang sudah dibuat. Agar pelaksanaan bisa berlangsung dengan baik,” tutupnya. (JD 08/ED 02)